Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bentuk 'Pasukan Tempur', Polda Metro Jaya Buru Begal Hingga ke Lampung

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, bahkan mengerahkan pasukan tempur untuk menangani begal Lampung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Bentuk 'Pasukan Tempur', Polda Metro Jaya Buru Begal Hingga ke Lampung
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pasukan Brimob anti teror polisi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Polda Metro Jaya kesulitan menangani kelompok begal yang bermarkas di Lampung. Kini, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, bahkan mengerahkan pasukan tempur untuk menangani begal Lampung.

Hal itu dilakukan, lantaran begal-begal yang berbasis di Lampung ternyata amat kuat. Bahkan di kampung tempat mereka tinggal hampir seluruhnya berprofesi sebagai begal. Makanya begitu polisi datang selalu melawan.

Bahkan seorang anggota Jatanras tertembak saat hendak menangkap begal di sebuah kampung di Lampung, beberapa pekan lalu. Unggung tak mau jatuh korban anggota polisi lebih banyak lagi.

Anggota Jatanras yang tertembak adalah salah satu anggota tim pemburu begal gabungan yang Unggung bentuk. Semenjak kasus begal marak, Unggung memang memerintahkan pembentukan tim pemburu begal gabungan. Terdiri dari tim dari Polda Metro Jaya, Polres Depok, dan Polres Tangerang.

Kini, kata Unggung, dirinya juga sudah meminta Pasukan Tempur Polisi, yakni Brimob Polda Lampung untuk ikut turun dalam pengejaran begal motor yang 'bermarkas'‎ di Lampung.

"Saya minta tolong ke Kapolda Lampung supaya tim pemburu begal dari Polda Metro Jaya dibantu brimob saat menggerebek ke lokasi kampung tempat para begal bersembunyi," ucap Unggung kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (17/2/2015).

Saat ini, kata Unggung, ada 11 Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembegalan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tersebar mulai dari di Tangerang, Depok, dan DKI Jakarta.

Pelakunya ada dua kelompok. Di depok pelakunya kelompok lokal yang berusia belasan tahun. Sedangkan kelompok kedua adalah kelompok asal Lampung yang profesional dalam beraksi. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas