Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pojok si Cepot Ajarkan Makna Kehidupan Lewat Wayang Golek

Berlokasi di Auditorium Galeri Indonesia Kaya (GIK), pertunjukan pada kali ini mengangkat tema, 'si Cepot Calakan (Pintar)'

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Achmad Rafiq
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Pojok si Cepot Ajarkan Makna Kehidupan Lewat Wayang Golek
TRIBUNNEWS.COM/A RAFIQ
Pertunjukan Pojok si Cepot di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia West Mall, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Achmad Rafiq

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu lagi persembahan karya anak bangsa mengenai kesenian tradisional Indonesia yang dikemas secara kekinian. Pementasan tersebut kerap dikenal dengan nama 'Pojok si Cepot' karya Umar Darusman.

Berlokasi di Auditorium Galeri Indonesia Kaya (GIK), pertunjukan pada kali ini mengangkat tema, 'si Cepot Calakan (Pintar)', yang disajikan sama seperti wayang golek.

Kesenian yang berlangsung selama kurang lebih 40 menit itu, menceritakan tentang kehidupan masyarakat Indonesia pada saat ini. Mulai dari maraknya narkoba, hingga pengangguran di kalangan generasi muda.

Melalui pertunjukan tersebut, si Cepot ingin mengangkat kesadaran masyarakat untuk mendidik jiwa kreatif yang harus ditanam sejak dini. Sebab, pendidikan yang dimulai dari keluarga dan sekolah, dirasa mampu berperan untuk perkembangan jiwa anak muda.

"Kesenian tradisional memang sering dianggap kuno dan membosankan oleh generasi muda. Mereka justru pada lebih akrab dengan kebudayaan baru seperti band atau lainnya," ujar Dalang Umar Darusman, saat ditemui di GIK, Grand Indonesia West Mall, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2015).

Sehingga kata Umar, lewat pementasan si Cepot ini, masyarakat bisa lebih mengetahui dan mencintai kesenian tradisional, serta dapat menerima pesan yang disampaikan lewat pertunjukan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Menampilkan sejumlah karakter wayang seperti Cepot, Dawala, Gareng, almarhum H. Darso (musisi pop sunda), Aa Gym, dan Inul Daratista membuat penonton yang memadati auditorium merasa terhibur.

Dalang yang juga sebagai pendiri Pojok si Cepot mengaku, jika dia juga mengkombinasikan alat musik barat dan musik tradisional sunda, yang dibalut dengan materi humor khas Jawa Barat.

"Saya selaku dalang, berusaha menyesuaikan diri dengan selera penonton, misalnya menyajikan cerita yang humor dan segar. Sehingga saya berharap si Cepot dapat memberikan pesan yang baik dan mendekatkan kembali wayang golek ke masyarakat," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas