Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Siswi SMP Ini Hilang Misterius

Air mata Yeni Mardiana (47) tak terbendung saat menceritakan putri kesayangannya, Nadhira Fajriani Ramdhan (14)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Catur W Edy
zoom-in Siswi SMP Ini Hilang Misterius
Kompas.com/Tara Marchelin Tamaela
Nadhira Fajriani Ramadhan, siswi kelas tiga SMP salah satu sekolah di kawasan Cibubur, yang hilang. Nasdhira hilang sejak Sabtu,(7/3/2015). 
Memuat video…

Berita Populer Jakarta

http://goo.gl/1zJ5Ni

http://goo.gl/x74NUR

http://goo.gl/0VFDMo

 

Cibubur, Tribunnews.com --  Air mata Yeni Mardiana (47) tak terbendung saat menceritakan putri kesayangannya, Nadhira Fajriani Ramdhan (14) yang menghilang sejak Sabtu (7/3) lalu. Rasa rindu terhadap anak keduanya itu tergambar dari kalimat-kalimat yang terucap dari mulut perempuan berjilbab warna hitam ini.

Kepada wartawan di Kafe Komunitas, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (12/3), Yeni menuturkan bahwa upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan teman-teman serta kerabatnya terus dilakukan, baik melalui penyebaran informasi lewat broadcast message BBM maupun sarana komunikasi lainya. Orangtua Nadhira juga sudah melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Sektor Metro Cipayung, Jakarta Timur.

Sambil berlinang air mata, ibu tiga orang anak itu mengutarakan rasa rindunya terhadap sang anak yang menurutnya mempunyai rambut ikal itu.

"Kepada Nadhira yang sedang berada di suatu tempat, pulang nak. Bunda kangen, kangen berat. Bunda mau peluk dan cium teteh," ucap Yeni sambil terus mengusap air mata yang membasahi slayer warna merah miliknya.

Kronologi

Dengan suara terbata-bata, Yeni menjelaskan kronologi kejadian hilangnya siswi kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Jannah di Cibubur, Jakarta Timur ini. Anaknya yang mempunyai tinggi badan 155 cm dan berat 80 kg itu sempat meminta uang kepada ibunya untuk jajan di luar sekolah. Saat itu, Yeni sedang mengikuti rapat dengan pihak sekolah.

Ketika Nadhira selesai mengikuti pendalaman materi di sekolah pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 11.00, sang anak mendatangi ibunya di ruang rapat. "Dia meminta uang jajan. Saya kasih dia Rp 20.000 dan sempat mencium pipi kanan dari Nadhira," tuturnya.

Ciuman anak kesayangannya itulah ciuman terakhir sebelum menghilang. Dia tidak curiga karena mengira anaknya benar-benar jajan. Dia baru tersadar ketika selesai rapat tidak mendapati anaknya di halaman sekolah. Sedianya, menurut Yeni, bersama Nadhira ia akan berjalan-jalan ke Plaza Cibubur.

"Kata satpam, dari sekolah Nadhira diantar sopir sekolah ke rumah makan padang. Setelah itu, dia naik ojek keluar kompleks sekolah. Soalnya, jaraknya jauh dan nggak ada angkutan umum," tutur perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu.

Mendapat kabar seperti itu, Yeni langsung mengejar Nadhira ke Plaza Cibubur. Tetapi, sesampainya di sana anaknya tidak ada. Dia pun menelepon suaminya Boyke Muharam Ramdhan (48) untuk ikut mencari Nadhira dari GPS milik anaknya. Ternyata berdasarkan GPS, Nadhira diketahui berada di Terminal Kampung Rambutan.

"Kami mengejar sampai Terminal Kampung Rambutan dan bertanya kepada petugas apakah melihat Nadhira dengan ciri-ciri fisik anaknya. Seorang petugas Dishub mengaku sempat melihatnya. Katanya sedang seperti kebingungan. Tapi, entah dimana dia sekarang," ungkapnya.

Dari broadcast message yang Yeni sebar, pihak keluarga mendapat banyak respons yang menunjukkan keberadaan Nadhira. Akhirnya diperoleh beberapa titik yang mengarah pada keberadaan Nadhira, yaitu Tangerang, Tigaraksa, dan Merak.

Seperti yang terjadi di Kampung Rambutan, di Merak juga terdapat orang yang sempat bertemu Nadhira, namun Nadhira tidak lagi mengenakan pakaian yang sama. "Ada orang yang melihat anak saya. Katanya lagi duduk kebingungan terus dia bilang: 'Mbak kamu kan yang dicariin ayahnya' tetapi Nadhira lari," kata Yeni.

Pihak keluarga Nadhira juga mengklarifikasi tentang pemberitaan yang mengatakan bahwa Nadhira sudah ditemukan. Bagi Yeni, pemberitaan tersebut merupakan doa agar anaknya segera ditemukan.

Namun, Yeni menekankan bahwa sampai saat ini Nadhira belum ditemukan. "Jadi kalau ada yang menyebutkan anak kami sudah ketemu itu bukan. Kalau sudah ketemu Insya Allah kami sendiri yang akan memberitahu," ucap Yeni.

Hingga kemarin, keluarga Nadhira masih berkoordinasi dengan petugas Polsektro Cipayung terkait pencarian Nadhira. Selain itu, Boyke Muharam, ayah Nadhira masih berjaga-jaga di Merak untuk mencegah anaknya menyeberang keluar pulau.

Saat ini, kata Yeni, pihak keluarga hanya bisa berdoa kepada Tuhan semoga tidak terjadi kejadian apa-apa terhadap putrinya itu. "Saya hanya berdoa kepada Allah supaya Nadhira segera pulang. Dan saya meminta kepada suami saya agar terus mencari Nadhira," ungkapnya.

Dari broadcast BBM yang diberikan teman-teman orangtuanya, ada informasi kalau Nadhira berada di Tangerang dan Merak. Namun, saat dikejar ke lokasi-lokasi itu tidak ditemukan.

"Saya tegaskan bahwa hingga saat ini anak saya belum ditemukan. Broadcast BBM yang mengatakan anak saya sudah ditemukan itu tidak benar. Kalau sudah ditemukan pasti saya sebagai orangtuanya yang berbicara langsung ke publik," katanya.

Korban bullying

Jauh sebelum Nadhira hilang, ketika masih sekolah di kawasan Tebet Jakarta Selatan, gadis belia tersebut mengaku kepada ibunya telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya. Dia pun mendesak kepada ibunya untuk keluar dari sekolah tersebut.

"Ada satu hal, dia minta pindah sekolah. Temannya bilang dia pernah di-bully oleh teman-temannya yang tidak suka dengannya," ungkap Yeni.

Selain dikata-katai dengan omongan jorok, Nadhira juga mengalami tindak kekerasan, seperti dijambak, diinjak, dan diludahi.

Akibat aksi bullying itu, kata dia, Nadhira mengalami trauma yang sangat mendalam. Oleh sebab itu, dia membawanya ke psikolog dan motivator untuk membangkitkan semangat Nadhira.

Namun, mungkin karena trauma itu membuatnya menjadi merasa selalu kesepian. Orangtua Nadhira pun akhirnya memindahkannya dari sekolah di kawasan Tebet ke Sekolah SMP Al Jannah di Cibubur. "Anaknya baik dan supel. Jadi mungkin ada yang tidak senang dengan putri saya," kata Yeni.

Menurut Yeni, meski sekolahnya sudah dipindahkan dia menduga kejadian yang dialaminya belum hilang alias masih trauma. Ia menambahkan, anaknya tidak pernah keluar rumah seorang diri. Nadhira selalu diantar oleh ibunya saat bepergian.

"Anak saya sebetulnya tidak pernah keluar rumah tanpa keluarga karena saya khawatir. Jadi, kalau mau jalan sama temannya saya antar," kata Yeni. (*)

Sumber: Warta Kota
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas