Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Politisi NasDem Puji BPOM Kembali Temukan Makanan Berformalin

Khususnya BPOM kembali menemukan makanan berformalin pada industri kikil dan krupuk kulit di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Politisi NasDem Puji BPOM Kembali Temukan Makanan Berformalin
Dokumen Tribun Jateng
Ilustrasi: Tersangka pembuat mi berformalin yang disebar di wilayah Magelang, Gunungkidul, Wonosobo, Boyolali, ditangkap Polda Jateng. 

TRIBUNNEWS.COPM, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini mendukung upaya pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Khususnya BPOM kembali menemukan makanan berformalin pada industri kikil dan krupuk kulit di Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun, Amelia berharap agar BPOM tidak berhenti dan puas atas hal ini. Dia mendorong BPOM semakin gencar melakukan pengawasan, serta meminta BPOM daerah lebih maksimal lagi melakukan pengawasan terhadap semua industri yang ada di wilayah daerah kewenangannya.

"BPOM daerah harus lebih maksimal berkoordinasi dengan pihak kepolisian di semua tingkatan dan merangkul masyarakat seperti perguruan-perguruan tinggi serta organisasi kepemudaan dalam melakukan pengawasan," tegas Politisi Nasdem ini, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Hampir setiap bulan BPOM menemukan industri makanan berformalin akhir-akhir ini. Itu berarti, tegas Amelia, produsen makanan siap saji dan makanan kemasan sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, makanan berformalin sangat membahayakan hidup masyarakat.

Politisi NasDem ini mendesak aparat hukum untuk memberi efek jera terhadap pelaku industri yang memakai formalin.

Dia katakan, jangan ada keringanan hukuman karena memberi formalin pada makanan itu adalah membunuh para konsumen secara tidak langsung.

"Ini adalah kejahatan kemanusiaan," tegas Amelia yang berasal dari Dapil Jateng VII.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga meminta Polisi agar memproses pelaku, karena hingga saat ini berita terkait hukuman terhadap pelaku-pelaku sebelumnya tidak pernah dipublish, dan ini mungkin yang mengakibatkan pelaku lainnya merasa hukuman bagi mereka sangat longgar.

Amelia menyayangkan Polisi yang belum memasang garis polisi di enam lokasi pembuatan kikil di Kalideres. Karenanya, ia meminta pihak kepolisian agar memberi garis polisi untuk keperluan barang bukti terhadap lokasi tersebut. *)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas