Bapak dan Putrinya Berbuat Mesum Agar Diberi 20 Dolar Oleh Orang Asing
Menurutnya, sasaran para sindikat kejahatan seksual itu adalah warga miskin yang tinggal di pelosok desa
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Seorang bapak di Jawa Barat nekat berbuat mesum dengan anaknya demi mendapatkan imbalan 20 dolar AS dari seorang wisatawan asing.
Adegan mesum itu kemudian direkam dan dijual oleh orang asing tersebut.
Modus kejahatan seksual baru itu diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak, Yohana Yembise saat berkunjung ke Kabupaten Bogor dan Pengadilan Negeri Cibinong, Senin (20/4/2015) siang.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani bersama Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga dan Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise saat minum jamu bersama ribuan pelajar di alun-alun Sukoharjo, Jawa Tengah, (1/4/2015). Kegiatan dalam rangka Gerakan Minum Jamu Bersama bermaksud mendukung warisan budaya untuk dilestarikan dan dikembangkan guna peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. TRIBUNNEWS/HO
Terkait adanya kasus tersebut, Yohana meminta Bupati Bogor, Hj Nurhayanti dan perangkat Muspida Bogor lainnya untuk mewaspadai modus kejahatan baru yang kini mulai mengincar masyarakat ekonomi lemah yang tinggal di kampung-kampung.
"Ini kejadian nyata di Jawa Barat. Saya sudah mendapatkan laporan dari sebuah yayasan bahkan saya sudah melihat video rekaman tersebut," ujar Yohana.
Menurutnya, sasaran para sindikat kejahatan seksual itu adalah warga miskin yang tinggal di pelosok desa.
Mereka masuk ke desa-desa dengan dalih sebagai wisatawan asing.
"Sasarannya memang warga miskin. Ini kasus baru dan sangat ekstrim, harus secepatnya dihentikan sebelum meluas," katanya.
Saat ditanya, Yohana tidak mau menyebutkan wilayah di Jawa Barat tempat peristiwa itu terjadi.
"Laporannya dua minggu lalu dari pihak yayasan, dan kejadiannya di Jawa Barat," ujarnya.

(Baca juga : Pengakuan Gadis Rela Jual Diri: Uangnya untuk Bayar Sekolah)
Dalam kunjungannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Menteri P3A meminta Bupati Bogor, Kejaksaan Tinggi Jabar, Dandim dan Kapolres untuk melakukan pengawasan ke setiap wilayah agar kasus tersebut tidak terjadi di Kabupaten Bogor.
"Bupati harus lihat ke desa-desa untuk membangun strategi. Berdayakan kader PKK dan satgas-satgas di setiap wilayah untuk melakukan pengawasan," ujarnya.
Menanggapi permintaan Yohana, Hj Nurhayanti mengatakan, pihaknya secara rutin setiap Rabu dan Jumat melakukan monitoring ke desa dan kecamatan.
"Program Rebo Keliling (boling) dan Jumat Keliling (Jumling) sudah berjalan. Kita datang ke desa untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menerima laporan mengenai persoalan di daerah tersebut," kata Nurhayanti. (Soewidia Henaldi)