Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Istilah 'Ngejob', Isyarat Bersetubuh dengan Pria Hidung Belang

Kisah penjualan gadis berusia 17 tahun, DNS oleh Luthfi (21) penuh teka-teki.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Istilah 'Ngejob', Isyarat Bersetubuh dengan Pria Hidung Belang
Warta Kota/Bintang Pradewo
Pemuda L (21) yang menjual pacarnya, DNS (17), siswi SMK di Jakarta, seharga Rp 500.000. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kisah penjualan gadis berusia 17 tahun, DNS oleh Luthfi (21) penuh teka-teki.

Di mana saat kedua pasangan ini yang sud‎ah sekitar dua minggu tinggal bersama, mereka tidak memiliki biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Padahal, kalung emas dan motor matic korban sempat dijual dan digadai oleh pria yang dipenuhi tato di sekujur tubuhnya itu.

Saat tidak memiliki pekerjaan, dengan nada kasar, Luthfi menyuruh korban untuk bersetubuh dengan pria hidung belang di daerah Bogor, Jawa Barat.

"Kalau bahasa untuk menjual korban disuruh ngejob," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Selatan, Iptu Nunuk saat dihubungi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2015).

Menurutnya sekali ngejob, korban diberikan upah dari pria hidung belang sebesar Rp 500.000. Dalam peristiwa itu, korban baru sekali dikencani oleh seorang "om-om" yang merupakan teman dari pelaku.

"‎Baru sekali ngejob si korban. Tarifnya itu dibayar Rp 500.000," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya korban sudah tidak kerasan tinggal bersama pelaku karena ucapannya yang selalu kasar. Oleh sebab itu, korban langsung melarikan diri dan pulang ke rumahnya di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Sebelumnya kalau korban mau pulang, pintu kos-kosan selalu dikunci oleh pelaku," tuturnya.

Selama tinggal bersama dua minggu, korban dan pelaku hidup berpindah-pindah. Baik dari sebuah kos-kosan di gang Boker, Ciracas, Jakarta Timur sampai di daerah Bogor. (Bintang Pradewo)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas