Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komite Aksi Perempuan: Stop Hukuman Mati

Peringatan hari buruh ternyata juga diwarnai dengan para demonstran yang menyuarakan 'Stop Hukuman Mati'.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Komite Aksi Perempuan: Stop Hukuman Mati
Tribunnews.com/Dennis Destriawan
Komite Aksi Perempuan, demo buruh, Jumat (1/5/2015). 

TRIBUNNEWSCOM, JAKARTA - Peringatan hari buruh ternyata juga diwarnai dengan para demonstran yang menyuarakan 'Stop Hukuman Mati'.

"Jokowi-JK janganlah diam. Presiden Filipina dalam kasus Mary Jane, langsung bertindak cepat. Apakah Jokowi melakukan hal itu," ujar orator perwakilan dari Komite Aksi Perempuan (KAP), Jumat (1/5/2015).

Mereka juga menyuarakan persoalan pekerja rumah tangga yang berhak menuntut hak-haknya sebagai pekerja dan situasi kerja layak.

"Stop hukuman mati! Jokowi-JK jangan diam," kata wanita berusia (32) bernama Ratna.

Komite Aksi Perempuan merupakan penggabungan beberapa kelompok, satu di antaranya adalah Migrant Care.

Sementara itu buruh dari Gerakan Serikat Pekerja Manufaktur Indonesia (GSPMI) berdemonstrasi di depan Istana Merdeka, Jumat (15/2015).

Mereka menuntut agar pemerintahan Jokowi menghapuskan biaya perkara di PHI, menghapuskan sistem outsourcing, menghapuskan sistem kerja kontrak.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski begitu saat istirahat, para buruh melakukan goyang dumang yang diikuti ratusan buruh.

"Asyik biar ngga pegel," kata salah satu buruh, Suyotno (41).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas