Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Semakin Banyak Joki, Wagub DKI: Jangan Selalu Salahkan Joki

Penertiban nya bukan hanya untuk joki terus, tapi untuk kesadaran pengguna jalan

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Semakin Banyak Joki, Wagub DKI: Jangan Selalu Salahkan Joki
Warta Kota/Alex Suban
Para joki 3 in 1 menjajakan jasa di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2014) sore. Untuk sekali jalan para joki mendapat honor Rp 8.000 sampai Rp 20 ribu. (Warta Kota/alex suban) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menganggap bukan hanya menyalahkan orang yang menjadi joki three in one saja, tetapi para pengendara pun harus memiliki kesadaran agar joki tidak semakin berkembang jumlahnya.

"Penertiban nya bukan hanya untuk joki terus, tapi untuk kesadaran pengguna jalan, itu yang penting," kata Djarot di Balai Kota, Senin (4/5/2015).

Dikatakan dia, para pengguna jasa joki pun harus dikritik. Hal tersebut dikarenakan semakin suburnya keberadaan joki di jalur three in one karena tidak adanya kesadaran dari para pengendara.

"Kita selalu menyalahkan joki, kita salahkan dan mengkritik mereka. Tapi kita tidak pernah mengkritik siapa yang menggunakan joki itu. Jadi fair kan?" ungkapnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini berharap bila para pengendara mobil pribadi jangan hanya menumpangi kendaraanya sendirian atau dua orang saja. Tetapi lebih baik berangkat bersama supaya kemacetan di Jakarta pun bisa ditekan.

"Lebih baik berangkat rombongan, tujuannya kan untuk membatasi jumlah kendaraan dan supaya lebih efisien dan di Jakarta tidak cuma satu mobil untuk satu orang. Kalau kayak begitu naik taksi saja dong," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas