Semakin Banyak Joki, Wagub DKI: Jangan Selalu Salahkan Joki
Penertiban nya bukan hanya untuk joki terus, tapi untuk kesadaran pengguna jalan
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menganggap bukan hanya menyalahkan orang yang menjadi joki three in one saja, tetapi para pengendara pun harus memiliki kesadaran agar joki tidak semakin berkembang jumlahnya.
"Penertiban nya bukan hanya untuk joki terus, tapi untuk kesadaran pengguna jalan, itu yang penting," kata Djarot di Balai Kota, Senin (4/5/2015).
Dikatakan dia, para pengguna jasa joki pun harus dikritik. Hal tersebut dikarenakan semakin suburnya keberadaan joki di jalur three in one karena tidak adanya kesadaran dari para pengendara.
"Kita selalu menyalahkan joki, kita salahkan dan mengkritik mereka. Tapi kita tidak pernah mengkritik siapa yang menggunakan joki itu. Jadi fair kan?" ungkapnya.
Mantan Wali Kota Blitar ini berharap bila para pengendara mobil pribadi jangan hanya menumpangi kendaraanya sendirian atau dua orang saja. Tetapi lebih baik berangkat bersama supaya kemacetan di Jakarta pun bisa ditekan.
"Lebih baik berangkat rombongan, tujuannya kan untuk membatasi jumlah kendaraan dan supaya lebih efisien dan di Jakarta tidak cuma satu mobil untuk satu orang. Kalau kayak begitu naik taksi saja dong," ungkapnya.