Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Toleransi Jadi Penyebab Kecilnya Pendapatan Retribusi Parkir di IRTI Monas

Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengakui bila pendapatan retribusi parkir di IRTI Monas banyak kebocoran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Gusti Sawabi

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengakui bila pendapatan retribusi parkir di IRTI Monas banyak kebocoran.

"Ini setahun lebih dari Rp 3 miliar ya (pemasukan retribusinya). Kalau menurut saya itu kecil," kata Sunardi di Balai Kota, Senin (25/4/2015).

Rendahnya pemasukan parkir di IRTI Monas tersebut disebabkan banyaknya toleransi dari para petugasnya karena banyak pegawai Pemprov DKI yang memarkirkan kendaraannya di area tersebut.

"Contoh banyak pegawai DKI, ada salam lima jari, terus belum lagi ada kendaraan aparat segala macam. Makanya kebocorannya agak tinggi karena tingkat toleransi tinggi," ungkapnya.

Kecilnya pendapatan parkir dari IRTI Monas tersebut dikarenakan banyaknya toleransi dan meminta tidak dikenakan retribusi parkir seperti untuk aparat yang melakukan pengamanan demonstrasi yang memarkirkan kendaraannya di IRTI Monas.

Dikatakannya, IRTI monas merupakan fasilitas pendukung untuk Balai Kota DKI. Sehingga ada pegawai DKI yang berlangganan parkir di tempat tersebut dengan Rp 60 ribu per bulan atau Rp 2 ribu per hari.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah itu‎ berarti pegawai DKI saja sudah memenuhi semua lahan parkir yang kapasitasnya kecil. Belum lagi pengunjung Monas dan lingkungan di sekitar ini," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas