Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wacana Pemindahan Ibukota, Anggota DPR: Rawan Kalau Terus Dibebankan di Jakarta

Ia mengakui beban Jakarta sudah berat

Wacana Pemindahan Ibukota, Anggota DPR: Rawan Kalau Terus Dibebankan di Jakarta
TRIBUNNEWS.COM/Ferdinand Waskita
Anggota Komisi II DPR DIah Pitaloka 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mewacanakan pemindahan ibukota ke Palangkaraya. Anggota Komisi II DPR asal PDI P Diah Pitaloka menilai hal itu sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

"Seperti Bung Karno sebelumnya, kan sudah diprediksi, kenapa enggak?" kata Diah di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Ia mengakui beban Jakarta sudah berat. Jakarta Selain menjadi ibukota negara juga menjadi pusat bisnis. Diah pun meminta pemerintah pusat mengkaji secara geo politik terkait wacana tersebut.

Mengenai kemungkinan adanya pemindahan ibukota selama lima tahun mendatang, Diah mengatakan hal itu tergantung dari Presiden Joko Widodo.

"Ya kita harus ada kajian dulu. Kalau pemerintah mau itu, ya dibikin kajiannya. Beban Jakarta terlalu padat agak rawan kalau terus dibebankan Jakarta," ungkapnya.

Ia pun menilai pemikiran Bung Karno untuk memindahkan ibukota ke Palangkaraya harus didalami "Bu Mega sudah lempar bolanya lalu siapa yang akan menangkap," katanya.

Sebelumnya, Wacana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta didukung Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Menurutnya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), cocok lantaran berada di garis khatulistiwa dan bukan wilayah dilaluinya cincin atau pegununan berapi dunia.

"Pak Teras Narang seharusnya bangga, karena Kalteng merupakan garis khatulistiwa. Pas waktu Bung Karno menggagas dipindahkan ibu kota ke sana, menurut saya sebenarnya itu tepat," kata Mega kuliah umum dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di auditorium gedung Lemhanas, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, semakin lama Jakarta akan tidak sesuai menjadi ibu kota.

"Kalau Jakarta tiap hari makin terendam banjir, bukan saja karena rakyat tidak mau buang sampah di tempatnya, tapi karena lautnya memang naik. Kalau suatu saat naiknya tiga meter, apa tidak beneran kelelep Indonesia ini ya?" Kata Megawati.

Dalam kesempatan itu hadir Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji, Wakil Gubernur Lemhanas Didit L, Sestama Suhardi Alius, dan seluruh jajaran pejabat Lemhanas. Selain itu hadir juga fungsionaris PDIP serta Gubernur Kalteng Teras Narang.‎

Penulis: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas