Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cinta Sang Duda yang Tak Terbalas Berakhir Bencana Bagi Aryani

Saat itu ia bermaksud membawa pakaian ke tukang laundry di depan gang menuju rumahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Cinta Sang Duda yang Tak Terbalas Berakhir Bencana Bagi Aryani
Warta Kota/Bintang Pradewo
Sebuah rumah mewah di Jalan Siaga 1 No 11 RT 01/05 Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015) pagi terbakar. Namun, di dalam rumah mewah itu terdapat seorang pembantu wanita bersama anaknya diikat tangan dan kaki serta leher dijerat. Tubuh si pembantu penuh luka tusukan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kondisi jalan selebar sekitar 2,5 meter itu sepi ketika Abdullah (30) keluar dari rumahnya di Jalan Siaga D1, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2014) sekitar pukul 08.30.

Saat itu ia bermaksud membawa pakaian ke tukang laundry di depan gang menuju rumahnya.

Tetapi baru berjalan beberapa meter dari rumahnya, ia terkejut ketika melintas di depan rumah Yopita (50), tetangga sebelah rumahnya. di bagian tengah rumah itu, Abdullah melihat api menjilat-jilat.

Abdullah panik dan berteriak meminta tolong. Tak lama, beberapa warga berdatangan dan segera berusaha masuk ke dalam rumah Yopita untuk memadamkan api.

“Pintu gerbangnya tidak terbuka. Saya dan beberapa warga masuk ke dalam rumah. Ternyata sudah ada beberapa titik api di lokasi terpisah. Kami berpikir ini bukan kebakaran biasa, tapi ada yang membakarnya karena api ada di beberapa titik berbeda,” jelasnya kepada Warta Kota.

Seorang warga bernama Bambang Widjanarko (50), yang pertama masuk ke dalam lingkungan rumah itu sudah punya firasat buruk telah terjadi kejahatan di rumah itu.

Pasalnya, ketika ia menginjakkan kaki di teras depan rumah, ia hampir jatuh karena tergelincir oleh cairan darah yang tercecer di sana.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya kaget kenapa ada darah tercecer seperti ini. Bermula dari teras, bekas darah it uterus terlihat sampai dalam rumah,” kata Bambang.

Warga semakin terkejut ketika mereka masuk ke dalam rumah dan menemukan seorang perempuan terluntai di lantai dengan kondisi tangan terikat dan mulut tersumpal oleh kain.

Perempuan itu tidak lain adalah Aryani (30), pembantu rumah tangga (PRT) rumah itu. Warga makin panik ketika melihat luka sayatan di beberapa bagian tubuh wanita itu.

“Dia dalam kondisi terlentang. Darahnya masih segar dan terus menetes. Sebagian tubuhnya juga sudah mengalami luka bakar. Dia dalam keadaan pingsan ketika kami masuk,” kata Bambang.

Sementara warga lain mencoba memadamkan api di beberapa ruangan rumah, Bambang mencoba memanggil warga lain untuk membawa perempuan itu ke rumah sakit terdekat.

Usai perempuan itu dilarikan ke rumah sakit, Bambang dan warga lain berusaha mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam rumah.

Termasuk mobil Toyota Inova warna hitam yang terpaksa harus diangkat beramai-ramai karena warga tidak menemukan kunci mobil itu. Saat itu Bambang baru terpikir, ke mana perginya anak si pembantu itu.

“Saya ingat kalau si Yani ini punya anak kecil bernama Arlinda. Saya cari di dalam rumah, ternyata dia masih tidur. Saya segera bangunkan dia dan selamatkan karena api semakin membesar.”

Meski warga sudah berupaya maksimal memadamkan api, namun apa daya kobaran api yang besar dengan titik yang terpisah di beberapa ruangan itu terlanjur melalap sebagian besar bangunan rumah.

Api benar-benar bisa dipadamkan setelah 16 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, sejam kemudian.

Asmara

Sementara itu, dari penelusuran Warta Kota, terdapat dugaan lain soal modus pembakaran rumah tersebut.

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku terkejut ketika ia mengecek rekaman kamera CCTV yang dipasang di depan rumahnya.

Letak rumah pria tersebut hanya berjarak sekitar enam meter dari rumah Yopita yang dibakar.

“Saat api sudah padam saya kepikiran untuk mengecek rekaman CCTV di rumah saya, karena letak kamera mengarah ke jalan. Saya terkejut melihat ada orang berjaket abu-abu lari dengan kencang ke arah utara persis sebelum warga berteriak rumah itu terbakar,” jelasnya.

Sangat jelas dalam rekaman itu siapa sosok yang tengah berlari dengan tergesa.

“Ya jelas saya kenal karena dia warga sini. Rumahnya juga tidak jauh dari sini. Saat saya mengobrol dengan seorang tetangga lain soal rekaman CCTV saya ini, dia juga bilang melihat lelaki itu mondar-mandir di ujung gang sebelum ada kebakaran."

"Pas ditanya ngapain mondar-mandir, lelaki itu bilang mau ada yang ‘dibersihin’. Nggak tau makna ‘dibersihin’ yang dia maksud itu apa,” jelasnya.

Dugaan bahwa lelaki berjaket abu-abu yang tampak berlari dalam rekaman kamera CCTV sebagai pelaku penusukan Aryani dan pembakaran rumah diperkuat dengan desas-desus yang berkembang di masyarakat sekitar, bahwa lelaki itu sudah lama menaruh hati kepada Yani.

Yani sendiri digambarkan warga memiliki paras cantik, kulit putih bersih dan bentuk badan yang proporsional. Dia adalah janda beranak satu yang berasal dari Bogor.

“Yani pernah mengadu sama saya, kalau dia digangguin terus sama lelaki itu. Yani sudah sering nolak cintanya dan orang itu suka marah, Sementara, si lelakinya itu orang bermasalah, sukanya kawin-cerai. Orang-orang sini sudah tahu semua. Itu kenapa Yani tidak mau saat diajak nikah sama dia,” jelas pria pemilik CCTV itu.

“Saya bahkan sempat becandain dia, saya bilang ‘sudah, kamu nikah saja sama dia. Sama-sama dari Bogor juga. Kamu janda, dia duda. Tapi Yaninya emang nggak cinta sama lelaki itu,” imbuhnya. (Feryanto Hadi)

Sumber: Warta Kota
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas