Ahok: Kebijakan Parkir Harusnya Buat Orang Kapok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan seharusnya kebijakan parkir dibuat agar para pemilik kendaraan kapok
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan wartawan tribunnews.com: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan seharusnya kebijakan parkir dibuat agar para pemilik kendaraan kapok sehingga tidak mau parkir berlama-lama. Kebijakan UPT Parkir DKI Jakarta dengan menerapkan sistem Parkir On Street tarif flat atau tetap merupakan sesuatu yang salah.
"(Kebijakan) itu total salah, karena akan membuat macet. (Kebijakan) itu yang akan membuat orang memarkir(kendaraan) tidak pergi-pergi. Konsep parkir kan harusnya membuat orang kapok. Tidak boleh lama. Kamu kalau di tengah kota, kalau parkir lama itu masalah," ungkap pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Senin (4/8/2015).
Meskipun sudah berlaku kebijakan yang dibuat UPT Parkir terkait Parkir On Street sistem pembayaran tetap, sebetulnya mantan Bupati Belitung Timur ini tidak setuju.
Suami Veronica Tan ini mengatakan pada prinsipnya seluruh Jakarta seharusnya semakin ke tengah kota tidak boleh ada parkir dengan sistem pembayaran tetap. seperti itu. Harusnya kendaraan didorong parkir di luar Jakarta dan untuk masuk ke pusat kota masyarakat harus menggunakan bus.
"Makanya tindakan sekarang, kalau ada macet-macet seharusnya dicabut, tidak boleh ada parkir. Jadi seharusnya di tengah kota tuh tidak ada lagi parkir on street," ucapnya.
Ahok akan mengevaluasi kebijakan parkir on street di pusat kota Jakarta. Untuk sementara ayah tiga anak tersebut meskipun tidak setuju membiarkan kebijakan yang dibuat UPT parkir berjalan "Tidak apa-apa (berjalan). Kan SK-nya bisa dicabut. Nanti kita evaluasi," ucapnya.