Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri: Boleh Mogok, Tapi Tidak Boleh Memaksakan Kehendak‎

Menurut Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, aksi mogok itu sebenarnya tidak dilarang. Namun tidak boleh sampai memaksakan kehendak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kapolri: Boleh Mogok, Tapi Tidak Boleh Memaksakan Kehendak‎
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Badrodin Haiti 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Mahalnya harga daging sapi membuat beberapa pedagang memilih mogok berjualan. Mereka pun memaksa pedagang lainnya ikut mogok berjualan.

Menurut Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, aksi mogok itu sebenarnya tidak dilarang. Namun tidak boleh sampai memaksakan kehendak.

Jenderal bintang empat itu mencontohkan pagi tadi, terjadi pemaksaan terhadap pedagang daging sapi di Pasar Cikarang, Bekasi Kabupaten, Jawa Barat.

Menurutnya saat itu, ada pedagang yang mau berjualan namun dipaksa untuk tidak berjualan.‎ Pemaksaan itu menurutnya tidak boleh dilakukan.

"Boleh beda pendapat, boleh mogok, tapi, tidak boleh memaksakan kehendak‎. Negara kita demokrasi. Tidak ada pemaksaan-pemaksaan, negara menjamin tidak ada pemaksaan," ujarnya saat memberikan arahan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres saat Apel Kasatwil 2015, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (11/8/2015).

‎Badrodin menambahkan anggota-anggotanya di lapangan harus mewaspadai adanya penyimpangan-penyimpangan terkait distribusi daging sapi.

"Saya minta kita juga peka tentang terjadi penyimpangan-penyimpangan di lapangan," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas