Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Wali Kota Ini Enggan Komentar Disebut Ahok Suka Terima Setoran

Mantan Wali Kota Jakarta Barat itu pun mengaku tidak tahu kenapa Ahok, sapaan Basuki, sampai berkata seperti itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mantan Wali Kota Ini Enggan Komentar Disebut Ahok Suka Terima Setoran
KOMPAS.COM/KURNIASARI AZIZAH
(dari kiri ke kanan) Asisten Sekda bidang Keuangan DKI Andi Baso Mappapoleonro, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Sri Margianto, dan Asisten Sekda bidang Kesejahteraan Masyarakat DKI Fatahillah di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Selasa (7/4/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fatahillah enggan berkomentar banyak mengenai tudingan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang menyebutnya gemar menerima setoran dari bawahan.

Mantan Wali Kota Jakarta Barat itu pun mengaku tidak tahu kenapa Ahok, sapaan Basuki, sampai berkata seperti itu.

"Saya tidak mau komentar lah. Saya juga enggak tahu itu Pak Gubernur dapat informasi dari mana," ujar Fatahillah kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2015).

Sebelumnya, Ahok mengatakan sampai saat ini masih ada pejabat yang kerap menerima setoran.

Ia bahkan secara terbuka menyebutkan satu per satu nama pejabat itu dalam sebuah forum terbuka saat pengarahan Gubernur tentang percepatan serapan APBD 2015 di Ruang Pola, Blok G, Balai Kota, Kamis (27/8/2015).

"Ini saya tahu nih ada wali kota suka kumpulin duit. Mana Pak Fatahillah? Lurah camat kumpulin duit setor (ke wali kota), Pak Fatahillah nih (suka kumpulin duit), makanya saya copot dari wali kota. Sekarang saya jadikan Asisten (Sekda Bidang Kesejahteraan Rakyat). Saya masih baik saja nih. Kalau enggak, sudah saya pecat," kata dia.

Ahok, sapaan Basuki menyebut satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI yang kini masih menerima setoran adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut dia, banyak oknum PNS DKI yang menyetor sejumlah uang demi mendapatkan sebuah jabatan.

"Pak Suradika (Kepala BKD DKI Agus Suradika) nih (oknum) BKD sekarang masih main juga. Banyak yang mau dapatkan SK (surat keputusan pengangkatan jabatan) pada kumpulin duit. Ini tuh kayak mafia," ujar mantan Bupati Belitung Timur ini.

Ia pun menyarankan agar pejabat yang masih "bermain" dengan anggaran untuk mengajukan pengunduran diri untuk pensiun dini.(Alsadad Rudi)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas