Kakek Sadeli Pantang Mundur Mencari Pembunuh Cucunya
Sadeli (65), Kakek yang belakangan sibuk menyelidiki kematian cucunya, mengendus sendiri siapa pembunuh cucunya.
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sadeli (65), Kakek yang belakangan sibuk menyelidiki kematian cucunya, mengendus sendiri siapa pembunuh cucunya.
Cucu Sadeli, Ahmad Sugarna (15) ditemukan tewas terbunuh di pinggir rel di Jalan Manggarai Selatan 3, RT 4/10, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2015).
Sejauh ini polisi bergantung kepada Sadeli dalam kasus ini. Motif pembunuhan serta dugaan siapa pelakunya seluruhnya berasal dari hasil penyelidikan Sadeli yang Ia laporkan ke Polisi.
"Saya sudah punya dugaan siapa yang membunuh cucu saya itu," ucap Sadeli ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (1/9/2015).
Menurut Sadeli, Dia bahkan sudah mendapat nama-nama para pembunuh cucunya itu. Ada 3 orang yang sekarang sedang diincarnya.
Dia mendapatkan nama-nama itu dari informan yang Ia biayai untuk menyusup ke komunitas tempat pembunuhnya berkumpul, yakni komunitas pengamen jalanan di Jakarta. Dan para pelaku masih berada di Jakarta sampai kini. Mereka berdiam di salah satu wilayah pemukiman padat di Jakarta Timur.
Sejak awal kasus, Sadeli memang sudah menemukan beberapa saksi yang membuat kasus pembunuhan Sugarna bermotif percintaan.
Dari para saksi yang sudah Sadeli bawa ke Polsek Tebet untuk bersaksi, didapat keterangan bahwa Sugarna (Cucu Sadeli) memang pernah terlibat hubungan asmara dengan seorang pengamen perempuan yang sudah punya pacar seorang pengamen juga.
Diduga akibat itulah pembunuhan terjadi. Sebab sebelum Sugarna ditemukan terbunuh, ada pengamen jalanan yang datang ke warnet tempat Sugarna kerap nongkrong di Stasiun Senen dan mencari-cari Sugarna.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tebet, Ajun Komisaris Mudiran, membenarkan soal informasi itu. "Iya, Pak Sadeli sudah beritahu saya soal itu," kata Mudiran ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (1/9/2015) sore.
Menurut Mudiran, tetapi Dia meminta kepada Sadeli untuk lebih dulu membawa informannya untuk diperiksa di Polsek Tebet dahulu. "Biar kami periksa dulu keterangan informannya itu," ucap Mudiran. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)