Sebelum Tewas, Juragan Kos Sering Cekcok dengan Pasutri Penghuni Kamar
Barang-barang berharga korban, tidak diambil oleh pelaku. Padahal, di tangan korban ada sebuah gelang emas yang melingkar
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Aparat Kepolisian Sektor Tebet terus memburu pembunuh Suprapti (59), pemilik rumah kos di Jalan Tebet Utara 1, Kelurahan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan. Kamis (3/9) sore, Suprapti ditemukan tewas bersimbah darah. Pihak kepolisian menilai kejadian itu murni pembunuhan tanpa adanya motif perampokan.
Kanit Reskrim Polsek Tebet, Iptu Mudiran menuturkan bahwa menurut keterangan saksi bahwa korban dan penghuni kos-kosan sering bertengkar. Ketika ditanya apakah kejadian pembunuhan itu, karena pemilik kos menagih uang kos-kosan, Mudiran belum mau menjelaskannya.
"Bukan karena utang piutang, soalnya korban sama penghuni kos-kosan info dari saksi sering bertengkar," kata Mudiran saat dihubungi Warta Kota di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2015).
Barang-barang berharga korban, kata dia, tidak diambil oleh pelaku. Padahal, di tangan korban ada sebuah gelang emas yang melingkar di pergelangan tangan sebelah kanan. Handphone milik korban pun tidak diambil. "Kebiasaan penghuni kos sudah bertindak seenaknya saat tinggal selama 2 minggu disana," tuturnya.
Menurutnya, ada tujuh luka pada tubuh korban. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan visum."Ada tujuh luka tusukan. Ada di bagian dada sebelah kanan sampai ke lambung dan Kepala," tuturnya.
Menurutnya ada beberapa barang bukti di lokasi kejadian. Seperti benda tajam dan benda tumpul. Pintu rumah korban pun rusak akibat tercongkel yang diduga dilakukan oleh pelaku.
"Di lokasi terdapat gunting dan batu bata. Diduga itu yang digunakan pelaku untuk membunuh," kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Suprapti (59) pemilik rumah kos-kosan di Jalan Tebet Utara 1 RT 01 RW 10 nomor 1, Kelurahan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (3/9) sore ditemukan tewas bersimbah darah. Kejadian penemuan mayat itu sempat membuat heboh warga sekitar.
Korban yang menggunakan daster berwarna hitam dan motif bunga-bunga itu ditemukan bersimbah darah di lantai nomor dua di rumah berukuran sekitar 100 meter persegi itu. Dari kepala korban terdapat luka-luka yang menyebabkan korban tewas.
Menurut Tarjono (64) Ketua RT 05 menuturkan kejadian penemuan mayat itu diperkirakan terjadi pada pukul 17.30 WIB. Korban ditemukan tewas oleh suaminya sendiri Paidi (60). Diduga korban sendiri dibunuh oleh penyewa kontrakan di lantai 2. Karena ditemukan tewasnya korban di lantai 2.
"Kejadian setengah enam atau sebelum Maghrib tadi penemuan mayatnya," kata Tarjono di lokasi kejadian, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (3/9).
Menurutnya dia tidak mengenal sosok dari pelaku yang merupakan penyewa kos-kosan. Karena selama ini pemilik tidak pernah mendata warga kos-kosan itu. "Saya ngga kenal siapa yang ngelakuin. Karena memang ga pernah ngasih data pemiliknya," tuturnya.
Camat Tebet, Mahludin mengaku kecolongan dengan kejadian penemuan mayat Suprapti. Padahal, sebelumnya pihak Kecamatan Tebet dan Sudin Dukcakpil telah melakukan pendataan.
"Kemarin sudah dilakukan operasi biduk di RW 08 Tebet Barat dan Rumah Susun. Kemarin ada di Menteng Dalam," kata Mahludin di lokasi tempat penemuan mayat. (Bintang Pradewo)