Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebuah Rumah Terbakar di Cakung, Dua Bocah Kembar Tewas

pada saat kejadian kedua korban sedang diasuh oleh sang nenek, Asti Tamba (57)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sebuah Rumah Terbakar di Cakung, Dua Bocah Kembar Tewas
WartaKota/Junianto Hamonangan
Rumah Terbakar di Gang Damai RT 09/RW 03, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur pada Kamis (17/9/2015) mengakibatkan dua bocah kembar menjadi korban. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebakaran yang melanda ‎sebuah rumah di Gang Damai RT 09/RW 03, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2015) sekira pukul 15.15 WIB‎ menewaskan dua bocah kembar yakni Andre (3) dan Andra (3).

Warga yang mengontrak di rumah itu, Sri Kusmawati (49) menuturkan, pada saat kejadian kedua korban sedang diasuh oleh sang nenek, Asti Tamba (57).

Sementara itu, ‎ibu korban, Neli Hilda Tamba (32) tengah bekerja di salah satu pabrik di Cakung. Adapun ayah korban, Pasaribu juga sedang bekerja pada saat peristiwa nahas itu terjadi.

"Pada saat kejadian, bapak dan ibunya lagi bekerja, jadinya mereka (korban) diasuh sama neneknya," ujar Sri.

Beruntung anak pasangan Neli dan Pasaribu lainnya, Albrian bisa terselamatkan. Pasalnya balita yang masih berusia 1,5 tahun itu tengah berada dalam gendongan Asti Tamba, yang panik meninggalkan kobaran api.

"Masih ada satu lagi adeknya, Albrian. Pas (Asti Tamba) berusaha padamin api, dia masih gendong itu bocah," katanya.

‎Sementara itu salah seorang tetangga korban, Inan (59) menuturkan kedua bocah malang itu ditemukan terpisah usai api berhasil padam. Andra ditemukan meringkuk di lantai dalam keadaan hangus dan tertimpa langit-langit rumah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Andra ditemukan pada saat meringkuk di lantai, kayaknya dia coba berlindung," ujarnya.

Sementara kembarannya, Andri ditemukan tewas di toilet. Sama seperti Andra, diduga bocah tersebut berusaha memadamkan api dengan memanfaatkan air yang ada di bak kamar mandi.

Musibah itu sendiri menyebabkan kondisi kejiwaan Neli Hilda Tamba sangat terguncang. Pasalnya peristiwa itu baru diketahui setelah pulang bekerja dari pabrik. Neli pun berkali-kali pingsan dan menangis histeris. (Junianto Hamonangan)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas