Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Polisi Periksa Pria-pria 'Jomblo' di Dekat Rumah Bocah yang Tewas di Dalam Kardus

Keempatnya yang dites DNA berstatus jomblo

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polisi Periksa Pria-pria 'Jomblo' di Dekat Rumah Bocah yang Tewas di Dalam Kardus
Warta Kota
Mayat PNF dimasukkan ke dalam kardus ini saat ditemukan. 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi kembali melakukan tes DNA terhadap 4 orang terduga pelaku pembunuhan terhadap bocah perempuan berinisial PNF.

Keempatnya yang dites DNA berstatus jomblo.

Mereka antara lain Agus (42), Asmuni (Pelor), dan Roni (42), Roso (33).

Keempatnya dibawa ke Polsek Kalideres, Selasa (6/10/2015) malam.

Kemudian Polisi mengambil air liur (swap mukosa) mereka untuk diuji DNA-nya.

Ahyar (43), seorang warga, menceritakan, dia menemani keempat orang itu di Polsek Kalideres, semalam.

Menurut Ahyar, Asmuni alias Pelor itu adalah orang stres yang sudah berpisah dengan istrinya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu Agus mengalami ketidakharmonisan dengan keluarganya.

Kemudian Roni itu seorang Duda. Dan Roso itu belum menikah dan tidak punya pacar.

"Jadi semua yang dites DNA oleh Polisi ini statusnya sedang jomblo semua," kata Ahyar kepada wartawan Rabu (7/10/2015) siang.

Sementara Roni, mengaku sempat kesal saat polisi membawanya dan mengambil sampel air liurnya.

"Saya bilang begini,berarti bapak menuduh saya pelaku," ucap Roni menirukan saat Ia bicara ke petugas yang mengambil sampelnya.

Kemudian Roni sempat disuruh untuk pulang pagi harinya oleh Polisi.

Tapi Dia memilih pulang sekitar pukul 03.00 subuh.

Dia meminta uang ke Polisi untuk pulang ke rumahnya yang berada di dekat rumah PNF.

Kepala Bidang Kedokteran dan Forensik Polda Metro Jaya, Kombes Pol Musyafak, membenarkan bahwa pihaknya memang mengambil sampel DNA dari 4 orang pada Selasa (6/10).

"Sampel DNA itu nantinya akan dicocokkan dengan DNA air mani yang ditemukan di tubuh korban," kata Musyafak.

Apabila cocok, maka bisa diduga kuat itulah pelakunya. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas