Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Kakek Darsim, 15 Tahun Hidup di Becak

"Setiap hari tidur dan makan di becak ini. Sudah seperti rumah saja buat Aki," ujarnya sambil tersenyum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kisah Kakek Darsim, 15 Tahun Hidup di Becak
TRIBUNNEWSBOGOR.com
Tukang becak tua mangkal di Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat. 

Laporan wartawan TRIBUNNEWSBOGOR, Vivi Febrianty

TRIBUNNEWS.com - Pria yang jadi bahan perbincangan di netizen di media sosial bernama Daskim (64), seorang penarik becak yang setiap hari mangkal di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Daskim hidup seorang diri, dia tidak memiliki tempat tinggal.

Tempat dia belindung dari teriknya matahari dan hujan hanya di becaknya.

Sudah 15 tahun Daskim tinggal di becaknya, siang dan malam.

Ditemui TribunnewsBogor.com pukul 06.00 tadi pagi, Daskim memarkirkan becak kesayangannya di Jalan Paledang, tepatnya di depan sebuah warung makan.


TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti

Pagi itu Daskim belum makan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mengandalkan sewa penumpang agar bisa makan pagi.

"Belum ada yang mau naik becak, jadi saya belum makan," kata pria yang tubuhnya sudah renta itu kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (10/11/2015).

Baca juga : Tragis, Foto Pria Tua Tidur di Becak Beredar di Media Sosial

Mengenakan kaos putih lengan panjang, kain sarung, dan peci berwarna hitam, Daskim duduk di atas becaknya.

Di usianya yang sudah tua, nampak garis-garis kerutan di wajahnya, serta rambutnya yang sudah memutih.

"Setiap hari tidur dan makan di becak ini. Sudah seperti rumah saja buat Aki," ujarnya sambil tersenyum.

Daskim mengaku sudah sekitar 50 tahun menjadi tukang becak.

"Dulu Aki narik becaknya di Senayan, terus pindah ke sini. Di Bogor sudah 15 tahun narik becak dan tidur di sini," katanya.

Meski bicaranya sudah tidak terlalu jelas, namun Daskim tidak pernah mengeluh dan selalu tersenyum.

Becak Daskim sudah dimodifikasi.

Bagian belakang dia pasang atap dari bahan plastik dan tiang bambu.

"Kalau pas hujan atau panas, lumayan bisa nutupin biar nggak kehujanan," ucapnya pelan.

Jarum jam terus berputar, hingga pukul 07.00 WIB, belum satupun penumpang yang naik becak Daskim.

TribunnewsBogor.com, kemudian membelikan sebungkus nasi uduk pria tua itu.

"Nggak usah repot-repot, aki mah biasa makannya nanti siang aja," katanya mencoba menolak secara halus pemberian TribunnewsBogor.com.

Meski agak malu, Daskim akhirnya mau menerimanya.

Dengan lahapnya, pria yang tidak memiliki sanak saudara itu pun makan nasi uduk.

Meski hidup seorang diri, Daskim tidak pantang menyerah.

Inilah sosok Pahlawan sesungguhnya.

Tujuh baju, tiga sarung

Daskim (60) tukang becak tua yang mangkal di Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat hanya memiliki tujuh baju dan tiga kain sarung.

Selama 15 tahun, Daskim tinggal di becak karena tidak memiliki tempat tinggal.

"Satu sarung buat salat, yang dua lagi buat sehari-hari dan selimut kalau pas malam hari," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (10/11/2015).

Sehari-harinya, Daskim mandi dan mencuci pakaian di tempat pemandian umum.

"Kalau di masjid itu untuk wudhu saja, kalau mandi disitu takutnya aki ganggu yang mau salat," ujarnya.

Selain beberapa pakaian, Daskim juga memiliki perabot lainnya seperti karpet dan dan kayu, untuk alas tidur.

Ada juga beberapa mangkuk, sendok, gelas dan tempat nasi untuk kebutuhan makannya.

"Di becak ini semuanya ada, semuanya di simpan di bawah jok. Sudah jadi istana Aki," kata pria renta ini.

Seperti diberitakan, pria tua yang jadi bahan perbincangan di netizen di media sosial bernama Daskim , seorang penarik becak yang setiap hari mangkal di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Daskim hidup seorang diri, dia tidak memiliki tempat tinggal.

Tempat dia belindung dari teriknya matahari dan hujan hanya di becaknya.

Sudah 15 tahun Daskim tinggal di becaknya, siang dan malam.

Ditemui TribunnewsBogor.com pukul 06.00 tadi pagi, Daskim memarkirkan becak kesayangannya di Jalan Paledang, tepatnya di depan sebuah warung makan.

Pagi itu Daskim belum makan.

Dia mengandalkan sewa penumpang agar bisa makan pagi.

Istri meninggal

Daskim (60) kini hidup sendiri, istrinya sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Kelima anaknya sudah menikah dan hidup berpencar.

Tidak ada yang tahu kalau pria tua itu menetap di Bogor dan hidup di becak yang saat ini menjadi tumpuan hidupnya.

"Isteri sudah tidak ada, anak-anak juga sudah berpencar. Saya mendingan tinggal di sini saja, di atas becak," kata Daskim, dengan mimik sedih.

Pria asal Desa Karangsari, Kecamatan Waled, Cirebon ini, mengatakan selama dia menarik becak di Jakarta dan Bogor, sang isteri tetap tinggal di Cirebon.

Baca juga : Tragis, Foto Pria Tua Tidur di Becak Beredar di Media Sosial

"Anak ada lima. Satu laki-laki, empat perempuan. Semuanya udah nikah. Mereka tidak pernah tahu saya di Bogor," kata dia.

Daskim sengaja tidak memberitahu anak-anaknya karena tidak ingin merepotkan.

"Saya nggak mau ngerepotin anak-anak, mereka juga susah," ujarnya.


TribunnewsBogor.com/Istimewa

Lama tak pulang ke Cirebon, Daskim rindu dengan kota kelahirannya itu.

Baca juga : Pemkot Bogor Sita Tempat Duduk 21 Becak

Namun, dia belum memiliki uang yang cukup untuk pulang ke kampung halamannya.

"Penumpang becak sekarang jarang. Untuk makan saja, sering dikasih orang sekitar. Setiap hari ada saja yang kasih," katanya.

Meski sudah tidak sekuat dulu dalam mencari nafkah, Daskim memiliki prinsip untuk tidak mengemis.(*) 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas