Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ditanya Anak SD, Ahok: Bapak Waktu Kecil Tidak Terlalu Pintar

"Harus diapakan anak yang tidak mau belajar?" itulah sebuah pertanyaan yang dilontarkan seorang siswa Kelas IV Sekolah Dasar kepada Gubernur DKI Jaka

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ditanya Anak SD, Ahok: Bapak Waktu Kecil Tidak Terlalu Pintar
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Harus diapakan anak yang tidak mau belajar?" itulah sebuah pertanyaan yang dilontarkan seorang siswa Kelas IV Sekolah Dasar kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Gubernur yang akrab disapa Ahok pun langsung menceritakan masa kecilnya menjawab pertanyaan anak kelas IV SD yang datang ke acara di Balai Kota DKI Jakarta tersebut.

"Bapak waktu kecil tidak terlalu pintar. Makanya Bapak tidak mau jadi profesor. Teman-teman SD bapak di kampung itu pintar-pintar. Tapi, begitu SMP, SMA, teman bapak itu malah tidak rajin," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015).

Dihadapan ratusan siswa SD, Ahok menjelaskan kenapa teman-temannya di Belitung saat itu malas.

Masalah keuangan menjadi penyebab teman kecil Ahok malas belajar ke sekolah "Orang tuanya tidak mampu membiayai sekolahnya," imbuhnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini, sempat mengenang kata-kata yang pernah dilontarkan almarhum ayahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ahok ingat pesan sang ayah agar dirinya tidak sombong dengan kondisi ekonomi yang lebih baik dibanding teman-teman SD-nya saat itu.

"Kata almarhum, Kamu jangan sombong, masih banyak anak yang lebih pintar dari kamu, cuma dia bukan anak saya. Kamu bisa sekolah karena bapak mampu," kata Ahok.

Jadi, ujar Ahok, anak-anak yang orangtuanya mampu untuk membiayai mereka sekolah harus memanfaatkan kesempatan itu. Menurut data yang didapatnya, 40 persen anak berusia 11 hingga 12 tahun di Jakarta tidak sekolah.

"Mereka merasa tidak berguna karena tidak ada uang untuk sekolah, jadi kami (Pemprov DKI) berikan Kartu Jakarta Pintar," ujar dia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas