Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Curhat Ahok Soal Pengadaan Alat Tulis Kantor di Pemprov DKI

Oleh karena itu, Ahok meminta Inspektorat Provinsi DKI Jakarta mengaudit penggunaan ATK

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Curhat Ahok Soal Pengadaan Alat Tulis Kantor di Pemprov DKI
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memberikan tanggapan atas pertanyaan dan sikap tiap fraksi DPRD DKI Jakarta, tentang kepemudaan dan olahraga, dalam sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl. Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap tahunnya anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta digunakan untuk pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) mencapai Rp 487 miliar.

Besaran anggaran itu menjadi catatan tersendiri bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Oleh karena itu, Ahok meminta Inspektorat Provinsi DKI Jakarta mengaudit penggunaan ATK.

Ahok juga meminta agar Satuan Kerja Perangkat Daerah memangkas 'gendutnya' anggaran ATK.

Tidak tanggung-tanggung, Mantan Bupati Belitung Timur ini menganjurkan bahwa mulai tahun depan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta hanya mengalokasikan anggaran ATK berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 75 juta.

"Dulu ATK satu dinas bisa sampai Rp 200 juta. Itu harus dikurangi. Bayangin satu tahun anggaran untuk ATK sampai Rp 487 miliar," kata Ahok saat melakukan penyisiran Kebijakan Umum APBD - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016 di Balai Kota, Jakarta Pusat Sabtu (21/11/2015).

SKPD DKI Jakarta, ujar Ahok, beralasan membengkaknya anggaran dikarenakan penggunaan tinta.

Rekomendasi Untuk Anda

Ahok mencontohkan bagaimana tidak seimbangnya penganggaran ATK di Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Ada satu Suku Dinas, kata Ahok yang menganggarkan ATK sebesar Rp 250 juta. Tapi Suku Dinas lainnya hanya menganggarkan Rp 50 juta.

Temuan itu tidak hanya terdapat pada Dinas Pariwisata saja, tapi di Dinas Perumahan dan Gedung Pemda sama membengkaknya, yakni pengajuan anggaran ATK sebesar Rp 250 juta.

"Makanya ini harus diaudit. Kepala SKPD juga harus awasi pemakaian ATK, jangan sampai setiap PNS bawa pulang," jelas Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas