Desahan Keluar Dari Kokpit Pesawat, Capt Brata: Sangat Goblok dan Lalai
"Mungkin mic-nya kepencet. Keluarlah desahan itu," kata dia.
Penulis:
Eri Komar Sinaga
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat penerbangan, Capt John Brata, menilai pilot pesawat Lion Air JT nomor penerbangan 990 rute Surabaya-Denpasar lalai sehingga penumpang mendengar suara desahan dari kokpit ketika pesawat sedang mengudara.
"Itu adalah perbuatan sangat goblok dan kelalaian," kata Brata saat diskusi bertajuk 'Revolusi Layanan Bandara' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).
Menurut Brata, di kokpit sendiri pilot dan co pilot memiliki peralatan komunikasi yang beragam sesuai dengan fungsinya.
Misalnya saja saluran komunikasi dengan menara pengawas, perusahaan, antarpilot maupun ke penumpang.
Brata menduga sang pilot tersebut sebenarnya melakukan percakapan pribadi namun tombol saluran ke penumpang kepencet sehingga penumpang bisa mendengarnya.
"Mungkin mic-nya kepencet. Keluarlah desahan itu," kata dia.
Menurut Brata, pilot utamanya berjenis kelamin juga kadang bercanda dengan rekan-rekan kerjanya.
Belum lagi, kata dia, tidak semua kru penerbangan itu selalu terbang bersama dia setiap operasi.
Sehingga, lanjut dia, bukan hal tabu jika pilot kadang kaget ada pramugarinya yang ternyata sangat cantik dan belum pernah lihat.
"Pilotnya bilang, 'Siapa itu? kok cantik banget'. Tapi kita harus pintar," tukas Brata.
Sebelumnya, penumpang pesawat Lion Air JT nomor penerbangan 990 rute Surabaya-Denpasar mendengar suara desahan dari kokpit ketika pesawat sedang mengudara.
Sang pilot dari maskapai bernomor JT 990 rute Surabaya-Denpasar itu disebut menawarkan pramugari janda kepada penumpang sebagai kompensasi keterlambatan terbang.