Baju Korban Hingga Buah Salak Ada di Bangkai Bus Metromini
Pantauan Tribunnews.com, ada baju bergaris merah-putih yang masih menyangkut dalam serpihan bangkai Bus Metro Mini.
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- 13 orang meninggal dunia, 7 orang lainnya mengalami luka berat. Sisa bangkai Bus Metro Mini masih berada di perlintasan kereta di Stasiun Muara Angke, Jakarta Barat.
Di sekitar bangkai itu, terlihat adanya barang-barang yang tertinggal. Pantauan Tribunnews.com, ada baju bergaris merah-putih yang masih menyangkut dalam serpihan bangkai Bus Metro Mini.
Tidak hanya itu, terdapat minuman kaleng, hingga buah-buahan, salak dan pisang di antara serpihan besi bagian depan Bus Metro Mini.
Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut untuk bisa menentukan apakah ada kelalaian dari Sopir Metro Mini, Masinis, mau pun dari petugas palang pintu lintasan kereta api.
"Untuk bisa menentukan unsur kelalaian kita masih mengumpulkan data-data dari para saksi. Hingga akhirnya bisa merumuskan apakah ada tindakan pidana atau tidak," ujar Kapolsek Tambora Kompol Wirdhanto di lokasi tabrakkan antara KRL - Metro Mini, Angke, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015).
Yang jelas, ujar Wirdhanto, kalau pihaknya menemukan ada unsur kelalaian dari sopir Metro Mini, petugas palang pintu atau pihak masinis pasti aka ditindaklanjuti.
Untuk data sementara, Wirdhanto menjelaskan, 13 korban meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sedangkan, 7 korban luka berat, "Ke RS Cibubur, Atmajaya, Sumber Waras, dan Tarakan," imbuhnya.
Diketahui Metro Mini berplat B 7760 FD dihantam kereta api yang melintas cepat. Badan bus terhimpit di bagian bawah KRL dan terseret sejauh 200 meter.
Hantaman keras ini membuat badan bus rusak parah. Kecelakaan maut itu terjadi, Minggu (6/12/2015) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.