Bocah Kelas I SD Ditemukan Tewas Tenggelam di Kali Pesanggrahan
Saya mendengar ada orang mancing berteriak 'mayat-mayat'
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah sempat terbawa arus saat tercebur di got Kebayoran Lama Utara, M. Arif (7), akhirnya ditemukan. Anak kelas 1 SD itu tewas terbawa arus kali Pesanggrahan pada Kamis (17/12) siang.
Ivan (23), seorang warga, menemukan jasad Arif. Saat itu, dia sedang makan siang di rumah yang terletak tak jauh dari kali. Ivan melihat kondisi jasad menderita luka berat di bagian kepala.
"Saya mendengar ada orang mancing berteriak 'mayat-mayat'. Lalu, saya tolongin tak tau nya mayat anak kecil itu," tutur Ivan kepada wartawan, Kamis (17/12/2015).
Dia menjelaskan, saat ditemukan Arief sudah dalam keadaan mengapung di sungai sedalam dua meter itu. Kondisi nya masih utuh dan ada bekas luka di bagian kepala.
Pada awalnya, dari jarak jauh dia sempat mengira buah kelapa. Tetapi, setelah dilihat lebih dekat ada baju yang melekat di tubuh. Seorang diri, dia mengangkat jasad itu.
Dia melihat di bagian pelipis kanan kepala bocah itu mengeluarkan darah. Sementara itu, di sekujur tubuh anak itu tampak membiru. Badan menghitam dan kulit mengering akibat tenggelam di air.
"Kepalanya berdarah akibat terbentur batu di sepanjang kali Pesanggrahan," kata dia.
Setelah penemuan jasad itu, dia bersama warga menginformasikan kepada ketua RW. Lalu, informasi disampaikan ke pihak keluarga. Saat ini, jazad Arif sudah berada di rumah untuk disemayamkan.
Seorang anak laki-laki, Mamat Arif (7), tercebur di got Peninggaran Barat 2 RT/RW 013/11, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Rabu (16/12) siang. Korban diduga hanyut terbawa arus kali Pesanggrahan.