Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gara-gara Terlilit Utang, Seorang Mahasiswa Nekat Jadi Kurir Ganja

Akibat terjerat utang judi balap motor sebesar Rp 5 juta, FAP (19) mahasiswa Fakultas Psikologi jadi kurir ganja

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Gara-gara Terlilit Utang, Seorang Mahasiswa Nekat Jadi Kurir Ganja
net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Akibat terjerat utang judi balap motor sebesar Rp 5 juta, FAP (19) mahasiswa Fakultas Psikologi salah satu perguruan tinggi di Jakarta, nekat menjadi kurir ganja.

FAP terjaring razia operasi cipta kondisi yang digelar aprat Polresta Depok di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Minggu (10/1) dinihari.

Dari dalam jok motor dan tas selempangnya, petugas mendapati 14 amplop cokelat berisi ganja siap edar.

Kapolresta Depok Kombes Dwiyono menuturkan dalam pemeriksaan FAP mengaku baru kali ini menjadi kurir ganja.

Menurutnya, apa yang dilakukan FAP karena terpaksa akibat terjerat utang judi taruhan balap motor Rp 5 Juta.

"Belasan amplop ganja itu akan diserahkan ke rekannya yang biasa mengedarkan di lingkungan kampus. Kini kasus ini masih kami kembangkan," kata Dwiyono.

Menurut Dwiyono, saat diperiksa petugas ketika melintas di Jalan Raya Bogor, FAP sempat berupaya menghindar namun berhasil dihentikan petugas.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia tak dapat mengelak setelah petugas mendapati belasan amplop ganja dari jok motor dan tas selempangnya.

"Dari pengakuannya paket ganja yang dibawa pelaku akan diedarkan seharga Rp 25 ribu per paket. Semuanya masih kami dalami untuk mengungkap bandar diatasnya," kata Dwiyono.

Dwiyono memastikan pihaknya akan memproses hukum pelaku dengan menjeratnya dengan UU Narkotika.

Menurutnya pihaknya akan rutin melakukan operasi cipta kondisi ini di seluruh wilayah Kota Depok, untuk menekan aksi kejahatan terutama kejahatan jalanan, seperti curas, penganiayaan berat dan pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor.

"Sasarannya miras, narkoba dan senjata tajam," kata Dwiyono.

Dwiyono, mengatakan operasi digelar untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga dan masyarakat Depok.(bum)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas