Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penggerebekan 'Kampung Narkoba' Berland Sudah Sesuai Prosedur

"Saat di lapangan kondisi tidak terprediksi atau di luar kendali kami," tutur Komisaris Besar Hendro Pandowo kepada wartawan, Rabu (20/1/2016).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Penggerebekan 'Kampung Narkoba' Berland Sudah Sesuai Prosedur
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Polisi dari Direktorat Polisi Perairan Polda Metro Jaya menyisir Sungai Ciliwung mencari seorang polisi yang hilang, Selasa (19/1/2016). Polisi bernama Brigadir Taufik itu terjun ke Sungai Ciliwung karena diserang warga yang tidak terima polisi menggerebek sebuah rumah bandar narkoba di gang-gang sempit di Jalan Slamet Riyadi IV, RT 12 RW 4, Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, pada Senin (18/1/2016) sore. Warta Kota/angga bhagya nugraga 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hendro Pandowo, mengatakan penggerebekan narkoba di Jalan Slamet Riyadi, Jakarta Timur pada Senin (18/1) malam, telah sesuai prosedur.

Aparat Satuan Narkoba Polsek Senen berjumlah empat orang dan dua informan mengintai dan melihat jumlah kekuatan lawan sebelum penggerbekan.

Penggerebekan hasil pengembangan seorang bandar yang diamankan di Terminal Senen.

"Saat di lapangan kondisi tidak terprediksi atau di luar kendali kami," tutur Komisaris Besar Hendro Pandowo kepada wartawan, Rabu (20/1/2016).

Setelah melihat persiapan anggota yang matang, dia menepis kabar penggerebekan jauh dari SOP penangkapan pelaku narkoba. "Sudah sesuai kok (SOP)," kata dia.

Sampai saat ini, aparat kepolisian masih mencari pelaku. Dia berharap cepat atau lambat akan segera menangkap mereka.

Empat aparat Polsek Senen dan dua orang informan, Senin (18/1), kemarin, sekira pukul 16.00 WIB, menggerebek bandar narkoba di Jalan Slamet Riyadi IV, Matraman, Jakarta Timur.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat menggerebek di dalam rumah itu ada tiga orang diduga bandar narkoba. Salah satu dari ketiganya berteriak, sehingga memancing teman-teman mereka datang ke lokasi.

15 orang secara tiba-tiba menyerbu petugas dengan membawa senjata tajam, parang dan golok. Atas insiden itu, Inspektur Satu Prabowo menderita luka bacok di punggung, setelah terkena sabetan senjata tajam.

Akibatnya, Prabowo langsung dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo untuk diberi penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, anggota kepolisian Bripka Topik dan informan bernama Sibe, nekat menyeburkan diri ke kali Ciliwung guna menghindari amukan masa.

Akibat serangan itu, para pelaku meloloskan diri. Kemudian rumah atau TKP tersebut langsung dipasangi garis polisi. Dari TKP, petugas menemukan dua alat hisap (bong) yang kini sudah diamankan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas