Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Daeng Azis Cari Lulung, Ahok: Cocok Sudah

Daeng Azis sempat mencari Lulung di Kantor Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat. Namun, pertemuan keduanya tidak terjadi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Daeng Azis Cari Lulung, Ahok: Cocok Sudah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
pengusaha hiburan malam kalijodo Daeng Azis bersama perwakilan warga Kalijodo mendatangi gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (15/2/2016). Kedatangannya untuk mengadukan rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan pengembalian fungsi kawasan Kalijodo menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut tokoh masyarakat Kalijodo, Daeng Azis dan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana kedua sosok yang cocok bila bertemu.

Daeng Azis sempat mencari Lulung di Kantor Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat. Namun, pertemuan keduanya tidak terjadi. Pasalnya, Lulung sedang menghadiri acara partainya, PPP.

Tujuan Daeng demi menuntut Pemerintah Provinsi DKI agar tidak menggusur kawasan Kalijodo, Jakarta Utara.

Basuki yang akrab disapa Ahok mengatakan, Daeng tidak bisa menuntut. Alasan Ahok, kawasan itu berada di jalur hijau. Demi meningkatkan rasio ruang terbuka hijau penertiban harus dilakukan.

"Kami juga bisa menuntut dia. Makanya, dia (Daeng) suruh baca Undang-Undang. Dia cari Lulung sudah cocok. Lulung kan punya kantor pengacara," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2016).

Ahok menjelaskan, di dalam sistem Undang-Undang pokok agraria disebutkan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) itu, bukan sebagai tanda pemilik.

Pemerintah Provinsi DKI tidak bisa mengembalikan pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2) kepada warga Kalijodo, seperti yang diminta Daeng Azis. Apalagi, beberapa di antara warga Kalijodo menduduki tanah negara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Terus kalau kamu duduk di tanah negara itu salah, itu bisa pidana, apalagi kamu duduki tanah negara disewakan ke orang digunakan untuk bisnis, itu pidana. Makanya dia cari lulung cocok udah," tegas Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas