Daeng Azis Melawan Intimidasi Warga Kalijodo Jelang Penertiban
"Intimidasi harus diatasi. Informasi yang saya dapat Daeng Azis yang intimidasi,"
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Kalijodo diintimidasi pengusaha tempat hiburan Daeng Azis.
Mereka tidak diperkenankan untuk mengikuti kemauan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
Pemerintah Administratif Kota Jakarta Utara membuka posko penataan kawasan Kalijodo RW 05, Pejagalan, Penjaringan.
Posko itu memberikan tiga pilihan bagi warga Kalijodo, Jakarta Utara yang tempat tinggalnya akan ditertibkan Pemprov DKI.
Tiga pilihan itu diantaranya pelatihan kerja, dipulangkan ke kampung halaman, atau tinggal di rumah susun.
24 warga Kalijodo sudah mendaftar.
Namun karena adanya intimidasi dari Daeng Azis, 14 orang menarik diri.
Kini tersisa sepuluh orang yang mendaftar.
"Intimidasi harus diatasi. Informasi yang saya dapat Daeng Azis yang intimidasi," ujar Rustam di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).
Menurut pantauannya banyak preman di Kalijodo yang tiada lain anak buah Daeng Azis.
Hingga saat ini, Daeng Azis sulit untuk ditemui.
Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Daniel Bolly dan Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ruddy Harianto sulit menemui Daeng Azis.
"Daeng Azis belum bisa ditemuin. Kapolres saja susah nemuinnya," tegas Rustam.