Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemprov DKI Dikritik karena Sibuk Urus Prostitusi

Pemprov DKI dinilai tebang pilih dan terkesan menyudutkan beberapa hotel di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah provinsi DKI Jakarta dikritik karena terlalu sibuk mengurusi prostitusi.

Bahkan Pemprov DKI dinilai tebang pilih dan terkesan menyudutkan beberapa hotel di Jakarta yang diduga menyediakan praktik prostitusi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Tempat Hiburan DKI, Anhar Nasution mengatakan Pemprov DKI seharusnya lebih konsen untuk memberantas peredaran narkoba di hotel-hotel dan tempat hiburan malam ketimbang menyoroti praktik prostitusi yang ada disana.

"Yang harus diberantas itu narkobanya, bukan prostitusinya," ujar Anhar Rabu (24/2/2015).

Menurutnya, selama ini peredaran narkoba di tempat hiburan malam sangat sering terjadi.

Namun Anhar meyakini hal itu bukan karena pemilik tempat hiburan tersebut memang memperdagangkan narkoba.

"Saya yakin pemiliknya tidak menjual, tapi pegawainya menjual narkoba, atau pengunjung pakai narkoba di luar dan masuk ke tempat hiburan lalu di tes kemudian positif itu sering terjadi," katanya.

Anhar mengatakan, Asosiasi Pengusaha Tempat Hiburan selama ini telah menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memerangi peredaran narkoba di tempat hiburan malam dan hotel-hotel.

"Kami asosiasi sudah minta bantuan BNN agar memberikan penyuluhan kepada km pegawai untuk tidak menjual narkoba. Karena di tempat hiburan peredaran narkoba harus dicegah dan diberantas. Kalau tidak bisa dicegah ya diberantas tempatnya (ditutup)," tegasnya.

Anhar menyayangkan sikap Pemprov DKI saat ini yang hanya fokus terhadap praktik-praktik prostitusi di tempat hiburan malam dan hotel-hotel.

Sebab hal itu sulit dibuktikan meski memang sering terjadi.

"Saya katakan, prostitusi sudah ada sejak dunia ini terbentang. Kalau mau jujur dan tidak munafik semua (hotel-hotel dan tempat hiburan) ada, jangan mengkotak-kotakan beberapa tempat saja," katanya.

Ikuti kami di
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas