Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Air Mata Perpisahan di Kalijodo

Warga Kalijodo terlihat sibuk mengosongkan tempat tinggal setelah Pemerintah provinsi DKI Jakarta melayangkan surat peringatan ketiga, Minggu (28/2/20

Editor: Adi Suhendi
zoom-in Air Mata Perpisahan di Kalijodo
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Warga Kalijodo membongkar sendiri bangunannya jelang penggusuran, Minggu (28/2/2016) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Kalijodo terlihat sibuk mengosongkan tempat tinggal setelah Pemerintah provinsi DKI Jakarta melayangkan surat peringatan ketiga, Minggu (28/2/2016).

"Tok, tok, tok," terdengar suara ketukan palu saling saut dari bangunan yang ada di Kalijodo.

Mereka sibuk mengambil barang-barang yang masih bisa digunakan untuk dibawa ke tempat hunian baru.

Terlihat beberapa warga disibukkan dengan seng, triplek, jendela, bangku, lemari, dan barang-barang lainnya.

Mereka saling membantu satu sama lainnya membongkar rumahnya sendiri.

Mereka menggotongnya, kemudian ditaruh ke mobil pick up.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak lupa, beberapa di antara mereka menyampaikan salam perpisahan satu sama lain.

Seorang penjaga warung yang telah berjualan selama empat tahun di sebuah bilik berukuran 2 x 4 meter bernama Jumi terlihat menangis tersedu.

Dirinya mengeluarkan air mata karena harus berpisah dengan sahabatnya yang telah tinggal di Kalijodo selama 20 tahun.

"Sampai ketemu lagi ya bu, hati-hati di jalan," kata Ibu Jumi kepada sahabatnya mengucapkan salam perpisahan.

Diketahui, sahabatnya itu akan pulang kampung ke Jawa.

Menurut informasi yang dihimpun, ibu itu merupakan pemilik dua lantai kos-kosan dengan 14 kamar di Kalijodo.

Dia menyewakannya seharga Rp 400 ribu untuk kamar atas dan Rp 500 ribu untuk kamar bawah.

Setelah beberapa jam berlalu, mata ibu Jumi berkaca-kaca melamuni orang-orang yang sedang sibuk dengan palu mereka masing-masing.

"Beda ya. Kemaren ramenya karena ada kafe, sekarang ramenya orang bongkar rumah," imbuh dia.

Rencananya, setelah hari terakhirnya berjualan, Ibu Jumi akan pindah berjualan ke Jatinegara.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas