Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Politikus Gerindra: Tidak Ada yang Istimewa dari Ahok

Politikus partai Gerindra yang merupakan bakal calon gubernur DKI 2017, Mohamad Sanusi mengatakan persaingan pemilihan gubernur mendatang bakalan seng

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Politikus Gerindra: Tidak Ada yang Istimewa dari Ahok
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Mohamad Sanusi dalam diskusi Mencari Gubernur Muslim Terbaik Menuju Jakarta Berkah-Bersih-Beradab, di Tebet, Jakarta, Jumat (25/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus partai Gerindra yang merupakan bakal calon gubernur DKI 2017, Mohamad Sanusi mengatakan persaingan pemilihan gubernur mendatang bakalan sengit.

Tidak ada yang bakal dominan atau menang mutlak dalam pemilihan termasuk calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ketua Komisi D, DPRD DKI tersebut ‎mengatakan tidak ada yang perlu ditakuti dari Ahok.

Menurutnya meskipun popularitas Gubernur DKI tersebut tinggi, namun tidak ada yang istimewa darinya.

"Engga ada yang istimewa dari gubernur yang sekarang, nggak ada yang ditakutin, popularitasnya tinggi karena dibantu media," kata Sanusi dalam diskusi "Mencari Gubernur Muslim Terbaik Menuju Jakarta Berkah-Bersih-Beradab, di Tebet, Jakarta, Jumat (25/3/2016).

Sanusi mengatakan tidak ada program baru yang signifikan yang dijalankan Ahok.

Rekomendasi Untuk Anda

Mulai dari program transportasi untuk mengatasi kemacetan, maupun program untuk mengatasi banjir.

Program yang dilakukan Ahok sekarang ini hanyalah lanjutan dari gubernur sebelumnya.

‎"Program Busway dari gubernur sebelumnya, sodetan kali dan jalan inspeksi juga dari gubernur sebelumnya, yang Ahok lakukan hanya penataan waduk Pluit dan Ria-rio jadi tidak ada yang istimewa," katanya.

Karenanya menurut Sanusi, ia siap maju sebagai calon gubernur DKI melawan Ahok termasuk dari Jalur independen.

‎Hanya saja menurutnya sebagai loyalis Gerindra, ia harus menunggu restu partai diperbolehkan maju atau tidak.

"Sebagai loyalis partai, saya siap maju lewat jalur independen GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta). Kalau partai menugaskan saya termasuk tidak menugaskan saya dalam penjaringan, saya siap," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas