Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tingkat Elektabilitas Lulung Tidak Memadai

Menurut Romy, partainya kemungkinan akan koalisi dengan satu atau dua partai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tingkat Elektabilitas Lulung Tidak Memadai
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung berjanji bakal mengiris telinganya jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berani menggugat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke pengadilan, di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/4/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau populer disebut Haji Lulung semakin terjal.

Partai Persatuan Pembangunan sebagai tempatnya bernaung tidak menempatkan  Haji Lulung sebagai sosok pertama yang akan dimajukan pada Pilgub DKI 2017.

Persoalannya, tingkat elektabilitas Haji Lulung ternyata tidak memadai untuk diusung dan disulkan PPP kepada partai lain calon mitra koalisi.

"Haji Lulung salah satu figur potensial tetapi hasil survei yang kami lakukan, elektabilitasnya belum cukup memadai sampai hari ini untuk menuju DKI 1," kata Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romy di Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Kans PPP untuk mengusulkan satu pasangan calon sendiri memang terbilang tidak mungkin.

Pasalnya, PPP hanya memiliki 10 kursi di DPRD DKI.

Sementara persyaratannya, partai boleh mengusulkan pasangan calon gubernur apabila memiliki 20 kursi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Romy, partainya kemungkinan akan koalisi dengan satu atau dua partai.

"Kalau kita menilai kader-kader sendiri belum ada yang secara elektabiltias karena ini pemilihan langsung layak untuk mendapatkan dukungan tentu tidak tertutup kemungkinan kita koalisi. Itu hanya butuhkan satu dua parpol, saya kira tidak sulit itu," kata dia.

Hingga kini, petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok dengan Heru Budi Hartono yang sudah mendeklarasikan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan.

Sementara yang lainnya masih sebatas deklarasi calon gubernur dan belum resmi diusung partai politik.

Sebut saja nama Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault, Sandiaga Uno, M Idrus, dan lain-lain.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas