Politikus PDIP: Ahok Juga Nggak Pintar-pintar Amat
Politikus PDIP Arteria Dahlan prihatin atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDIP Arteria Dahlan prihatin atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Hal itu terkait ucapan yang dilontarkan Ahok yakni 'bodoh dan brengsek'.
"Apalagi hal itu dikeluarkan saat sosialisasi KLHS di Balai kota. Pernyataan itu di lontarkan di depan korban terdampak reklamasi. Ini forum resmi, Ahok juga dalam kapasitasnya sebagai gubernur," kata Arteria melalui pesan singkat, Minggu (12/6/2016).
Arteria meminta Ahok untuk tahu diri serta tidak arogan. Ia melihat Ahok dalam diskusi di Balaikota terkesan tak percaya diri dan terkesan paranoid.
Seharusnya Ahok lebih membuka diri atas segala macam kritikan dan masukan.
"Ahok harus menjaga tutur katanya, jangan sembarangan bicara, lagi pula menurut saya, Ahok juga enggak pintar-pintar amat dan jangan-jangan sikap reaksionernya yang sering disebut orang dengan istilah berani dan blak-blakan justru dikarenakan ingin menutupi kekurangannya," kata Anggota Komisi II DPR itu.
Arteria menghimbau agar Ahok lebih berdisiplin dalam bersikap, berperilaku dan bertutur kata. Sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok harus menjaga etika dan sopan santun. Menurutnya, sikap berani bukan berarti tidak takut untuk berbuat apa saja.
"Lagipula Ahok enggak berani dan bukan berjiwa pendekar, dia berani ngomong macam-macam kan karena dia melekat dengan jabatannya beserta hak protokolernya. Di Jakarta banyak jagoan dan pendekar, tapi mereka semua santun harusnya bisa menjadi pembelajaran," katanya.
Sebelumnya, Ahok mengatakan kenaikan muka air sehingga terjadi banjir rob di kawasan utara Jakarta karena aktivitas bulan. Dia menuturkan peristiwa naiknya arus pasang air laut dan membanjiri pesisir, juga terjadi di beberapa kawasan lain di Indonesia.
Selain itu, Ahok menyebut para peserta konsultasi publik bebas berpendapat. Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu memberi penegasan agar peserta memberikan solusi.
"Bapak boleh sampaikan apa saja, tapi satu hal yang saya minta kalau anda sebut ini bukan hitam, bapak harus jelaskan kenapa dia disebut oranye. Tapi kalau bapak bilang ini bukan hitam, saya tanya apa, anda bilang tidak tahu. Buat saya itu brengs*k," kata Ahok dengan nada tinggi.