Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Umum PPP: Haji Lulung Tak Masuk Radar

Sudah adanya nama yang akan diusung dari internal, disebut Romy, tidak berarti pintu koalisi ditutup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Valdy Arief
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Ketua Umum PPP: Haji Lulung Tak Masuk Radar
TRIBUNNEWS.COM/VALDY ARIEF

Laporan wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menargetkan menang di DKI Jakarta pada Pilkada 2017, meski hanya menempatkan 10 kadernya di DPRD Jakarta.

Padahal, syarat minimum sebuah partai untuk mencalonkan satu pasangan calon harus memiliki minimal 25 persen kursi di DPRD atau untuk minimal 20 kursi.

Tidak tanggung-tanggung, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyebut telah menyiapkan tiga orang kadernya untuk sebagai calon orang nomor satu di Jakarta.

Mereka adalah mantan Pimpinan KPK yang kini menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai Taufiequrachman Ruki, Ustaz kondang Yussuf Mansur, dan mantan model yang kini menjabat sebagai anggota DPR Okky Asokawati.

Meski demikian, tiga kader partai berlambang Kabah itu, disebut Romy belum pasti diusung.

"Yang pasti, akan kami umumkan sehabis lebaran," kata Romy dalam konferensi pers di Jalan Suryo, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Sudah adanya nama yang akan diusung dari internal, disebut Romy, tidak berarti pintu koalisi ditutup.

PPP menyatakan tetap berupaya menjalin komunikasi dengan partai lain, terlebih karena belum cukupnya syarat kursi untuk mengusung pasangan calon.

Dia juga menyebut PPP tengah memantau beberapa tokoh yang bukan kader partainya, tapi Romy enggan menyebut nama pasti.

Terkait Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang telah menyatakan diri hendak maju sebagai calon Gubernur, Abraham Lunggana alias Haji Lulung, Romy menyebutkan tidak masuk dalam perhitungan partainya.

"Dia (Lulung) tidak masuk radar," katanya.

Sedangkan Ketua Bappilu Nasional PPP Mardiono menyebutkan elektabilitas menjadi alasan Lulung tidak diperhitungkan.

"Kami sudah lakukan survei internal. Lulung itu hasil surveinya kecil sekali," kata Mardiono.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas