Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Relawan Teman Ahok Marah Ada Kabar Manupulasi KTP

Para relawan marah karena kerja keras ‎mereka diusik dengan tudingan bohong.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Relawan Teman Ahok Marah Ada Kabar Manupulasi KTP
KOMPAS IMAGES
Pendiri Teman Ahok saat konferensi pers terkait penahanan yang dilakukan Pihak Imigrasi Singapura di Bandara Changi. Konperensi pers disampaikan di Markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para relawan Teman Ahok marah mendengar adanya tudingan mengenai manipulasi data jumlah dan pengumpulan KTP dukungan untuk Ahok.

Menurut salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo, dalam grup media sosial Teman Ahok, para relawan marah karena kerja keras ‎mereka diusik dengan tudingan bohong.

"Dalam grup Teman Ahok, para relawan marah‎," paparnya. 

Bagaimana tidak, kerja keras para relawan terusik dengan adanya tudingan miring oleh mantan anggotanya. Apalagi relawan yang menudingnya dan telah dikeluarkan pada Maret lalu tersebut pernah ditolong oleh pengurus Teman Ahok.

"Beliau pernah kita tolong, dia datang ke kami dengan nangis-nangis bahwa disitu istrinya meninggal dan butuh bantuan. Saat itu beliau kita tolong, tapi sekarang ternyata kami ditusuk dari belakang," kata Singgih.

Singgih mengatakan pihaknya tidaklagi bertanggungjawab terhadap ke lima orang yang menuding Teman Ahok melakukan manipulasi data tersebut. apalagi, kelimanya sempat memalsukan KTP saat masih bergabung dengan Teman Ahok.

Rekomendasi Untuk Anda

Singgih mengaku, pihaknya siap membantu data jika ada yang ingin mempidanakan kelimanya.

"Kami dari Teman Ahok terkait dengan pemalsuan KTP mempersilahkan jika ada masyarakat yang akan mempidanakan mereka berlima. Kami siap membantu data. Misalnya ada yang mengadukan mereka semua kami persilahkan, kami akan berikan datanya namun kami tidak bertanggungjawab terhadap mereka karena mereka sudah keluar dari Teman Ahok," pungkasnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas