Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ratna Sarumpaet Minta 2 Pelajar yang Demo Ahok Dibebaskan

Dua pelajar yang menolak demo kedatangan Ahok pada pekan lalu yakni Muhtadi dan Izfan Rahman, hingga Senin (27/6/2016) masih ditahan Polres Jakut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yurike Budiman
zoom-in Ratna Sarumpaet Minta 2 Pelajar yang Demo Ahok Dibebaskan
TRIBUNNEWS.COM / YURIKE BUDIMAN
Ratna Sarumpaet mendatangi Polres Jakarta Utara, Senin (27/6/2016) untuk menuntut pembebasan dua warga Penjaringan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yurike Budiman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua pelajar yang menolak demo kedatangan Ahok pada pekan lalu yakni Muhtadi dan Izfan Rahman, hingga Senin (27/6/2016) masih ditahan Polres Jakarta Utara.

Tak terima dengan penahanan tersebut, aktivis HAM Ratna Sarumpaet dan Tim Advokasi menemui Kapolres Jakarta Utara.

Tujuannya meninta kedua pelajar tersebut dilepaskan atau minimal ditangguhkan penahanannya.

"Kejadian kemarin ada beberapa yang ditangkap, dua yang masih ditahan ini, ibunya mereka nangis-nangis karena enggak tahu persoalannya apa, makanya saya datang untuk meminta pertimbangan," ujar Ratna di Polres Jakarta Utara, Senin (27/6/2016).

Ratna Sarumpaet mengatakan bahwa ada kabar penangkapan Mansur Amin, Sekretaris Masjid Luar Batang, tersebut adalah tidak benar.

"Saya juga enggak happy kenapa ada statement bahwa Pak Mansur ditangkap dan ditahan. Itu pernyataan resmi menurut media dari Kapolres (Jakut). Padahal saya telpon ada di rumah," ujar Ratna Sarumpaet.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada aksi menolak kedatangan Ahok pada Jumat ((24/6/2016) yang berujung bentrok dengan aparat keamanan, tujuh orang ditangkap petugas.

Dari ketujuh orang tersebut, lima orang sudah dibebaskan.

"Awalnya tujuh orang, tapi lima sudah bebas. Nah dua ini masih anak-anak, ya dikeluarkanlah. Aku pengin tahu nanti hasilnya gimana, ini masih SMA jangan bawa-bawa anak SMA lah," ujarnya.

Penangkapan warga Penjaringan tersebut pasca demonstrasi penolakan kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga berujung ricuh.

Ahok hadir dalam acara peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah.

Ratusan demonstran yang gagal menghadang Ahok, baik pada saat datang maupun kepulangan Ahok, mengamuk.

Warga melempari petugas dengan batu dan merusak mobil petugas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas