Ahok Copot Kadis Perumahan Gara-gara Kisruh Lahan Cengkareng
Kisruh lahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, memakan 'tumbal'
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kisruh lahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, memakan 'tumbal'. Adalah Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda, Ika Lestari Aji, yang rencananya dicopot dari jabatannya pada Jumat keramat (1/7/2016).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli lahannya sendiri dengan harga fantastis Rp 648 miliar ditambah pajak Rp 20 miliar dari Toeti Noezlar Soekarno, warga Jalan Dedes, Kota Bandung, yang mengabarkan memiliki sertifikat atas lahan tersebut.
Kisruh pembelian lahan seluas 4,6 hektare itu jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), karena lahan tersebut telah ditetapkan Mahkamah Agung Milik Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta. Diduga ada praktik korupsi dalam pembelian lahan pada November 2015 lalu.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kesal dengan adanya upaya korupsi dalam pembelian lahan. Ika sebagai pimpinan dinilai tidak mampu mencegah praktik 'permainan' di jajaran Dinas Perumahan.
"Kita akan copot dia. Mungkin besok kali," tegas Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2016).
Ahok sudah meminta BPK untuk melakukan audit investigasi, serta melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan pihak kepolisian untuk mengusut adanya korupsi pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Ika Lestari Aji sempat melaporkan adanya upaya gratifikasi senilai Rp 9,6 miliar dari kasus lahan seluas 4,6 hektare di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Senin (11/1/2016).
Sebelum melaporkan upaya gratifikasi, uang itu diberikan dari Kepala Bidang Pembangunan Rumah Susun dan Pemukiman Dinas Perumahan Sukmana.
"Dia sih bilang Kadis (Ika) tidak terima. Tapi dia ngomong, 'mungkin bapak butuh'. Saya bilang, 'ini gila apa'," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2016). Kemudian Ahok melaporkan upaya gratifikasi itu, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Januari 2016 lalu.