Ahok: Boleh Saja Datang ke Jakarta, Tapi Jangan Dirikan Bangunan di Atas Sungai
Urbanisasi meningkat tiap tahunnya di Jakarta.Tercatat, pada 2013 penduduk DKI berkisar 9,9 juta jiwa,saat ini berkisar 10,1 juta
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Urbanisasi meningkat tiap tahunnya di Jakarta. Tercatat, pada 2013 penduduk DKI berkisar 9,9 juta jiwa, namun saat ini berkisar 10,1 juta jiwa.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak melarang masyarakat yang berasal dari daerah datang ke Jakarta.
Yang terpenting mereka tidak mendirikan bangunan di atas sungai atau pemukiman liar.
"Siapa pun yang mau datang silakan, yang penting jangan nyewa rumah-rumah di pinggir sungai atau waduk," ujar Ahok di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/7/2016).
Pertambahan pendatang baru tertinggi terjadi pada tahun 2015, mencapai 70 ribu orang. Sedangkan 2014, jumlah pendatang baru mencapai 60 ribu orang.
Jumlah tersebut, merupakan pendatang baru yang datang pascalebaran. Bila ditambah pendatang baru yang datang di luar pascalebaran, maka jumlah pendatang baru bisa mencapai 100.000 orang setiap tahunnya.
"Selama tidak ada kawasan kumuh, yang namanya urbanisasi gampang di kontrol. Jakarta tidak mungkin kita bikin tertutup. Ibu Kota negara kok," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Selain itu, Ahok mengimbau kepada perusahaan industri untuk menyediakan hunian, bila merekrut pekerja yang berasal dari daerah. Sehingga pembangunan kota tertata, dan warga daerah tidak tinggal di permukiman kumuh.
"Yang bahaya itu, yang kerja di industri-industri. Makanya saya pengin yang tinggal di industri siapin rumah buat pegawai. Kalau tidak bisa siapin, ya jangan," ucapnya.