Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cicipi Es Kopi Vietnam yang Diminum Mirna, Hani:Rasanya Pahit, Panas dan Pedas

Hani Boon Juwita, teman Wayan Mirna Salihin saksi peristiwa dugaan pembunuhan itu terjadi di Cafe Olivier Grand Indonesia pada 6 Januari silam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Valdy Arief
zoom-in Cicipi Es Kopi Vietnam yang Diminum Mirna, Hani:Rasanya Pahit, Panas dan Pedas
TRIBUNNEWS.COM/VALDY ARIEF
Hani Boon Juwita, teman Wayan Mirna Salihin saat bersaksi di Ruang Sidang Kartika 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Hani Boon Juwita, teman Wayan Mirna Salihin saksi peristiwa dugaan pembunuhan itu terjadi di Cafe Olivier Grand Indonesia pada 6 Januari silam, menjadi saksi di sidang lanjutan perkara tersebut.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim Kisworo, Hani menjelaskan rasa ice kopi vietnam pesanan Jessica, terdakwa dalam perkara ini, untuk Mirna.

Kopi yang dikeluhkan Mirna sangat buruk rasanya, diakui Hani sempat dia coba sedikit. Namun, karena rasanya panas, kopi itu hanya mendarat sedikit di lidah.

"Saya coba sedikit, sangat dikit. Lidah saya kaget, rasanya aneh tapi tidak saya lepeh (ludah). Di lidah rasanya pahit, panas, dan pedas," kata Hani dalam kesaksiannya di Ruang Sidang Kartika 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016).

Rasa aneh dari minuman yang warnanya disebut Hani sudah tidak wajar itu, semakin tidak enak beberapa saat usai dia mencobanya.

Bahkan karena sensasi terbakar yang timbul, Hani dan Mirna sempat meminta diambilkan air mineral ketika masih di Cafe Olivier.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengenai bau pada minuman itu, juga dituturkan Hani, berbeda dengan kopi pada normalnya.

"Saya tidak terlalu ingat baunya seperti apa, tapi yang jelas tidak ada bau kopi. Kalau kopi biasa ada wangi bau biji kopi," katanya.

Tidak lama dari waktu Mirna menenggak kopi, Hani melihat temannya mulai tampak sakit. Anak pertama pasangan Darmawan Salihin dan Ketut mulai memegang kepalanya hingga tidak sadar dan mulutnya mengeluarkan busa.

Melihat temannya sudah dalam keadaan demikian, Hani langsung menelepon Arief Soemarko -- suami Mirna-- untuk membawa ke klinik.

Sesampai klinik, sebelum dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, dokter sempat memeriksa dan menyatakan jantung masih berdenyut.

"Tapi dokter bilang perasaannya tidak enak karena Mirna tidak beri respon apapun," katanya.

Ketika sampai di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Mirna langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat dan dinyatakan telah meninggal oleh dokter tidak lama setelahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas