Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Petugas Imigrasi Dirumahkan Setelah Pukul Warga Arab yang Tolak Diperas

A memukul Abdul karena Abdul merekam A menerima uang pelicin dari warga negara Arab Saudi lainnya saat sedang antri cap paspor

Petugas Imigrasi Dirumahkan Setelah Pukul Warga Arab yang Tolak Diperas
Warta Kota/Banu Adikara
WN Arab Saudi berdarah setelah baku pukul dengan petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -- Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta langsung merumahkan A, petugas imigrasi yang terlibat baku hantam dengan warga negara Arab bernama Abdul Aziz Mohammed (21).

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, seorang petugas Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Unit C berinisial A terlibat perkelahian dengan seorang warga negara Arab Saudi, Abdul Aziz Mohammed.

Berdasarkan informasi, A memukul Abdul karena Abdul merekam A menerima uang pelicin dari warga negara Arab Saudi lainnya saat sedang antri cap paspor. A meminta Abdul menghapus rekaman tersebut, namun Abdul menolak.

"Petugas yang terlibat sudah kami skors sementara, tidak kami berhentikan permanen. Bagaimana pun keadaannya, tetap tidak kami benarkan petugas kami memukul penumpang, " kata Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Alif Suaidi, Kamis (11/8/2016).

Alif mengatakan, dari rekaman CCTV, terlihat bahwa Abdul dan ketiga kawannya yang menyerang A terlebih dahulu.

"Petugas kami dipukul duluan. Karena membalas, teman-temannya lalu mengeroyok sebelum akhirnya dilerai. Harusnya memang petugas kami tidak melawan. Dipukul, ya diam saja harusnya, bukannya membalas sampai cedera," kata Alif.

Alif kembali menegaskan bahwa dalam rekaman CCTV sama sekali tidak terlihat A menerima uang dari penumpang lain.

"Tidak, itu sama sekali tidak benar. Tidak ada itu. Entah apa maksudnya mereka mengeluarkan ponsel. Aturannya sudah ada tidak boleh mengambil foto dan video," katanya.

Menurut Alif, Abdul dan ketiga kawannya kini sudah tidak berada di kantor imigrasi.

"Mereka sekarang sudah di bawah pengawasan pihak kedutaan. Posisi mereka saat ini saya tidak tahu. Hanya pihak kedutaan yang tahu," katanya.

Perihal tujuan Abdul dan ketiga kawannya ke Indonesia, Alif mengaku hanya tahu mereka datang sebagai turis. "Apakah mereka ada kenalan di sini atau bagaimana saya tidak tahu," katanya.

Sementara itu, di dunia maya sudah beredar celotehan dari sebuah akun terkait hal yang menimpa Abdul dan ketiga kawannya.

Dalam bahasa Inggris pas-pasan, akun tersebut menulis bahwa Abdul dan kawan-kawannya sudah diperlakukan tidak adil oleh petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.

"Passports Soekarno Hatta Jakarta airport staff they beat three men from Saudi Arabia came to Indonesia for tourism. They beat them because they refuse to pay a bribe to an employee passports. Police and passports in Indonesia are the worst. They treated Saudi racially just for money. (Petugas pemeriksa paspor di Bandara Soekarno Hatta Jakarta memukuli tiga orang turis dari Arab Saudi. Mereka dipukuli karena menolak membayar suap kepada petugas pemeriksa paspor. Polisi dan petugas paspor di Indonesia adalah yang terburuk. Mereka berlaku rasis demi uang) ". (Banu Adikara)

Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas