Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Ancaman Teroris, Alasan Polisi Larang Ojek Online Masuk Polda Metro

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Markas Korps Polresta Surakarta pada Selasa (5/7/2016) pukul 07.30 WIB.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ada Ancaman Teroris, Alasan Polisi Larang Ojek Online Masuk Polda Metro
Warta Kota
Ilustrasi/ojek online. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi melarang alat transportasi berbasis online memasuki Mapolda Metro Jaya. Pelarangan tersebut, terpampang disetiap pintu masuk Mapolda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono membenarkan pelarangan tersebut. Menurut Awi pelarangan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Mapolda Metro Jaya.

"Ada informasi mengenai adanya ancaman teroris melalui ojek online dan dari delivery order. Makanya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kami melakukan hal tersebut," ujar Awi saat dihubungi, Minggu (11/9/2016).

Awi menjelaskan, para pengendara alat transportasi online itu hanya diperkenankan menurunkan serta menjemput penumpang hanya sampai depan Mapolda Metro Jaya.

"Pelarangan itu sudah sejak lama, setelah kejadian ancaman bom di Mapolres Surakarta," ucapnya.

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Markas Korps Polresta Surakarta pada Selasa (5/7/2016) pukul 07.30 WIB.

Awalnya, pelaku yang menggunakan sepeda motor berpelat nomor AD 6136 HM masuk ke halaman Mapolresta.

Rekomendasi Untuk Anda

Anggota polisi mencegatnya dan menanyakan apa keperluan pelaku.

Namun, sebelum sempat menjawab, pelaku melarikan diri sehingga dikejar. Pelaku kemudian meledakkan diri di dekat kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolresta Surakarta. Pelaku tewas seketika.

Sementara seorang anggota polisi bernama Brigadir Bambang Adi, yang berjaga di SPKT, mengalami luka bakar ringan di bagian mata sebelah kiri dan badan bagian kanan.

Penulis : Akhdi Martin Pratama

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas