Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prijanto: Pemimpin Tukang Gusur, Tidak Santun, Itu Psikopat Bukan?

Usai rapat akbar, Prijanto sempat menyatakan kekesalannya kepada Ahok karena ia merasa difitnah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Prijanto: Pemimpin Tukang Gusur, Tidak Santun, Itu Psikopat Bukan?
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, Minggu (18/9/2016) menghadiri rapat akbar Forum RT/RW Jakarta Utara.

Sebagai salah satu pembicara, Prijanto membahas tentang kepribadian Ahok, dengan menyindirnya sebagai seorang psikopat.

"Pemimpin psikopat, dia susah, seperti bunglon. Dikatakan seorang ahli, dia tidak gila, tidak sakit mental. Tapi punya penyakit dalam kepribadiaannya," kata Prijanto di Koja, Jakarta Utara, Minggu.

Prijanto mengatakan dia hadir sebagai tokoh dari Rumah Amanah Rakyat yang berisi banyak politisi, aktivis, dan purnawirawan.

Prijanto mengatakan, ia dan kawan-kawannya sangat risau karena Ahok selama ini tidak santun dan kerap memancing perseteruan dengan pejabat lainnya.

"Pemimpin tukang gusur, tidak santun, itu psikopat bukan?" ujar Prijanto.

Usai rapat akbar, Prijanto sempat menyatakan kekesalannya kepada Ahok karena ia merasa difitnah.

Rekomendasi Untuk Anda

Ahok sebelumnya mengatakan, gencarnya mantan Wakil Gubernur Prijanto melibatkan diri dalam sengketa lahan di Taman BMW, Sunter, Jakara Utara, disebabkan keinginan Prijanto agar lahan milik temannya, yang ada di lokasi tersebut, dibayarkan oleh PT Agung Podomoro Land.

Namun Prijanto menepis tudingan Ahok.

"Itu fitnah, kalau dia enggak jadi gubernur lagi mau tak taboki juga karena itu fitnah. Tanya Jokowi. Prijanto suruh Ahok tanya Jokowi," katanya.

Prijanto pun masih menunggu Ahok mengiyakan taruhannya. Prijanto bertaruh Rp 1 miliar atas adanya indikasi korupsi di Taman BMW.

"Tantangan Prijanto Rp 1 miliar harus diladeni. Sebelum Pilkada karena Prijanto butuh uang untuk bikin relawan," ujarnya.(Nibras Nada Nailufar)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas