Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JPO di Jakarta Ternyata Tidak Dirancang Kuat Menahan Angin Kencang dan Gempa

"Alam berubah, terutama pengaruh angin. Angin besar pengaruhnya, khususnya pada JPO."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in JPO di Jakarta Ternyata Tidak Dirancang Kuat Menahan Angin Kencang dan Gempa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kendaraan melaju di bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang terpasang papan iklan reklame di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (26/9/2016). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melarang papan iklan reklame dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), rencana kebijakan tersebut dilakukan menyusul robohnya JPO di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu (24/9/2016) lalu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Sebagian besar jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta dinyatakan tidak dirancang untuk kuat menahan angin kencang dan gempa.

Kondisi itu disebabkan karena pada masa lalu dua fenomena alam tersebut bukanlah fenomena yang lumrah atau akan sering terjadi di Jakarta.

Namun demikian, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Arie Setiadi Moerwanto mengaku baru saja mendapat peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Peringatan tersebut mengenai intensitas hujan dan angin kencang yang makin sering terjadi di Indonesia, tak terkecuali di Jakarta.

"Sekarang ini tropical cyclone mulai banyak terjadi. Memang asalnya di daerah sub tropis. Tapi kena ekornya saja, intensitas angin dan hujan makin besar. Ini yang harus disesuaikan dengan infrastruktur yang ada," kata Arie di Kantor Kementerian PU-Pera, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Achmad Gani Ghazaly Akman mengatakan, peringatan dari BMKG merupakan "wake up call" bagi semua pihak untuk meningkatkan kemampuan infrastruktur dalam menghadapi fenomena alam.

"Alam berubah, terutama pengaruh angin. Angin besar pengaruhnya, khususnya pada JPO. Ini tidak dimasukkan dalam perhitungan awal, dampak juga ke maintenance. Sehingga saat ini memang sistemnya yang harus diperbaiki," ucap Gani.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengenai potensi gempa, Gani menyatakan selama ini Jakarta memang tidak pernah menjadi lokasi pusat gempa.

Namun, ia menyebut gempa bukan tidak mungkin terjadi.

Ia mengingatkan mengenai Gempa Yogyakarta pada 2006 yang menimbulkan dampak kerusakan besar.

Ia menyebut jika gempa dengan intensitas yang sama terjadi di Jakarta, maka dampak kerusakan yang ditumbulkan akan jauh lebih besar.

"Sebagian besar bangunan yang ada tadinya dipersiapkan untuk beban yang ringan. Jadi sudah saatnya kini dipersipkan untuk mampu menahan beban yang lebih besar," ungkap Gani.

Penulis: Alsadad Rudi

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas