Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ahok: Partai Sudah Tahu Saya dan Djarot Tidak Mau Keluar Duit

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap bisa menggalang dana kampanye bersama empat partai politik dan relawan pendukungnya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ahok: Partai Sudah Tahu Saya dan Djarot Tidak Mau Keluar Duit
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Pasangan Calon Gubenur bertahan Basuki Tjahaja Purnama - dan Wakil Gubenur Djarot Saiful Hidayat usai menantangani kontrak politik saat deklarasi Cagub dan Wagub di DPP PDI Jalan Diponegoro, Menteng Jakarta Pusat, Selasa(20/9/2016). PDI mengumumkan Ahok-Djarot dalam pertarungan Pilkada 2017 dari 101 pasangan Pilkada seluruh Indonesia. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap bisa menggalang dana kampanye bersama empat partai politik dan relawan pendukungnya.

Ahok berharap ada sinergi antara partai politik dan relawan.

Sebab, Ahok yang maju bersama Djarot Saiful Hidayat enggan menggelontorkan dana untuk kampanye.

"Kan semua partai menggerakan anggota DPR dan DPRD. Mereka sudah tahu saya sama Pak Djarot tidak mau keluar duit, tidak punya duit juga," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).

Ahok berharap partai politik pendukungnya PDIP, Nasdem, Hanura, dan Golkar, bisa mengadakan acara pertemuan.

Kemudian peserta pertemuan dapat menggelontorkan dana sumbangan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Harapan saya, mereka bisa membuat pertemuan-pertemuan yang mereka datang bayar dan saya datang juga dibayar. Itu tim pemenangan," kata Ahok.

Ahok mengaku tidak menargetkan berapa dana kampanye yang terkumpul.
Dia berseloroh, setidaknya bisa membeli satu mobil mewah merek mercedes benz.

"Bisa beli satu mercedes lumayan lah," kata Ahok lalu tertawa.

Ahok merasa tidak perlu memasang iklan, seperti poster maupun iklan di televisi.

Karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyiapkan anggaran untuk promosi.

Sama halnya di sosial media, kata Ahok, tidak perlu berkampanye karena sudah banyak orang yang memakinya.

Hal itu, dianggapnya sebagai promosi gratis.

"Sosmed juga tidak usah kita gerakin, orang udah caci maki kita juga promosi toh. Jadi lawan keluarin caci maki juga promosi kok," kata Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas