Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Arya Dimas Tewas di Danau Sunter Setelah Paksa Pengemudi Odong-odong

Arya Dimas (15), seorang pelajar yang tinggal di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tewas tenggelam di Danau Sunter, Minggu (2/10/2016).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Arya Dimas Tewas di Danau Sunter Setelah Paksa Pengemudi Odong-odong
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Arya Dimas (15), pelajar yang tinggal di Kebon Bawang, Tanjung Priok, tewas setelah berenang di Danau Sunter dan tenggelam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arya Dimas (15), seorang pelajar yang tinggal di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tewas tenggelam di Danau Sunter, Minggu (2/10/2016) siang.

Muhammad Nasir (48), pengemudi odong-odong yang mengantar Arya Dimas dan teman-temannya menceritakan kronologis kejadiannya.

Di lokasi, Nasir tampak kedua matanya merah berkaca-kaca, saat melihat jenasah Arya Dimas terbujur kaku di dekat bibir Danau Sunter.

Ia menceritakan jika Arya Dimas melompat dari odong-odongnya.

"Awalnya, kita semua memang rombongan dari Kebon Bawang. Seminggu sekali, anak-anak di sana meminta saya jalan-jalan," ucap Nasir.

Menurutnya, biasanya jalan-jalan ke Warakas, Pademangan, Koja, atau ke tempat lain yang diinginkan.

"Dalam perjalanan, si Dimas ini maksa mau ke Danau Sunter dan saya juga sempat menolak pak karena takutnya anak-anak nanti pada berenang. Ya enggak tahunya malah begini ternyata," kata Nasir.

Rekomendasi Untuk Anda

Nasir yang saat itu sibuk mengusap air matanya mengatakan, Dimas memaksa ingin ke Danau Sunter.

Nasir pun sempat mengimbau Arya untuk tidak berenang di Danau Sunter.

"Ya karena dia (Arya Dimas) memaksa terus-terusan, terpaksa saya ikuti kemauan dia dan teman-temannya yang juga mendesak saya agar dibawa jalan-jalan ke Danau Sunter," katanya.

Setibanya di Danau Sunter, Arya memaksa dirinya agar lebih dekat dekat dengan Danau.

"Saya tetap tidak mau dan dia makin memaksa saya," tutur pria yang tinggal di Swasembada Barat, Tanjung Priok tersebut.

Nasir pun kembali mengindahkan keinginan korban dan teman-temannya.
Nasir mengaku, setibanya di Jalan Danau Sunter Selatan dan ingin memarkirkan odong-odongnya, Dimas langsung melompat dari odong-odong lalu berlari ke arah Danau Sunter.

"Belum sempat odong-odong saya parkir, itu anak sudah main lompat saja dari odong-odong," katanya.

Dimas langsung lompat bersama teman wanitanya ke Danau Sunter.

Usai memarkirkan odong-odongnya, Nasir mendengar teman Dimas bernama Adit berteriak-teriak kepada dirinya.

"Pak Nasir, tolongin Dimas.. Tolongin Dimas tenggelam pak," kata Nasir mennirukan kata-kata Adit.

Ia pun langsung lari dan lompat ke danau.

"Saya udek-udek itu tempat Dimas lompat sama temannya yang cewek. Enggak ketemu. Sampai kunci motor saya hilang pak," kata Nasir.

Akhirnya dirinya menepi dan meminta pertolongan warga.

Bahkan dirinya pun sempat meminjam motor warga untuk ke rumah Dimas bertemu orangtuanya.

"Ketika saya sampai lagi di lokasi, si Dimas sudah di pinggir danau ditolong sama warga di sini," lanjut Nasir kembali.

Terlihat odong-odong yang dikemudikan Nasir bernopol B6235GWS masih terparkir di sekitar Jalan Danau Sunter Selatan.

Nampak, kehadiran keluarga korban yang baru tiba di lokasi masih tak menyangka akan kepergian Dimas.

Di lokasi, terlihat Kapolsek Tanjung Priok, Kompol France Siregar langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Jenazah Dimas pun langsung dibawa ambulance ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas