Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hitung-hitungan Pilkada DKI: Agus-Sylvi, Faktor SBY dan Dukungan 9 Parpol (3)

Para kiai di kampung-kampung dan ulama NU se-DKI Jakarta sudah merapatkan barisan untuk memenangkan Agus-Silvy.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hitung-hitungan Pilkada DKI: Agus-Sylvi, Faktor SBY dan Dukungan 9 Parpol (3)
Tribunnews/JEPRIMA
Istri calon gubernur gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (kanan), Annisa Pohan (kiri), setia mendampingi suaminya usai mengikuti tes bebas narkotika di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta Timur, Minggu (25/9/2016). Keduanya berada di kantor BNN hanya sekitar 10 menit. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 menarik dicermati, bahkan lebih menarik dari Pilkada DKI 2007 dan 2012.

Sejumlah pengamat menilai, munculnya tiga pasang kontestan jadi satu di antara faktor.

Lalu, bagaimana kekuatan elektoral masing-masing kandidat tersebut? Berikut rangkuman sejumlah analisa dari sejumlah pengamat soal peta kekuatan masing-masing kandidat.

1. Ahok-Djarot (BACA: Modal Incumbent dan Prediksi Menang Satu Putaran)

2. Anies-Sandi (BACA: Pengalaman Jadi Timses Hingga Bekas Menteri Jokowi)

3. Agus – Sylvi

Rekomendasi Untuk Anda

Pasangan Agus-Sylvi merupakan pasangan yang diusung Poros Cikeas Demokrat, PAN, PPP, dan PKB.

Selain diusung 4 parpol parlemen, pasangan sulung Ketua Umum Demokrat dan Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga didukung oleh 9 parpol nonparlemen.

Kesembilan parpol itu antara lain Partai Matahari Bangsa, Partai Pakar Pangan, Partai Pelopor, Partai Pribumi, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, Partai Persaudaraan Indonesia dan Partai Persatuan Demokrasi Indonesia. Mereka tergabung dalam Koalisi Bhinneka Tunggal Ika dan menyatakan dukungannya di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Jakpus, Senin (26/9/2016).

Selain 9 parpol tersebut, ada pula 2 aliansi masyarakat yang ikut mendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni di Pilgub DKI.

Aliansi itu antara lain Aliansi Masyarakat Pemilih Jakarta (AMPJ) dan Garda Ibu Kota Republik Indonesia (Gartari).

Bahkan pasangan ini juga didukung dari para kiai Nadhatul Ulama (NU) yang hendak ikut memenangkan pasangan Agus-Sylvi.

Para kiai di kampung-kampung dan ulama NU se-DKI Jakarta sudah merapatkan barisan untuk memenangkan Agus-Silvy.

Bahkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar meyakini dukungan penuh dari basis Nadhlatul Ulama (NU) akan membawa pasangan calon gubernur (Cagub) yang diusung poros Cikeas itu akan menang satu putaran di Pilkada DKI Jakarta.

Menurut Cak Imin, partainya tidak akan gentar menghadapi strategi politik dari pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

"Basis Nadhlatul Ulama (NU) akan full support. Kami sudah susun pemetaan pemenangan. Agus-Sylvi pasti menang satu putaran," kata Cak Imin, di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (28/9).

Menurutnya, berdasarkan hasil survei yang terus dilakukan, pasangan Agus-Sylvi sebagai calon pemimpin DKI yang diharapkan warga Jakarta.

"Survei terus dilakukan, trennya terus positif," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin meyakini permohonan uji materi terkait Undang-Undang Pilkada yang dilayangkan Ahok bakal ditolak Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menegaskan, strategi Ahok bakal tumbang.

"Sekuat apapun rekayasa petahana, Ahok pasti tumbang," tandasnya.

Sementara itu, pasangan Agus-Sylvi juga diperkirakan akan menjadi kuda hitam dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini.

Karena itu pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, kata pengamat politik dari Indonesian Parliamentary Center (IPC) Sulastio, jangan pandang sebelah mata pasangan sulung SBY itu.

"Peluang pasti ada karna preferensi pemilih masih dapat berubah hingga hari H banyak faktor penyebabnya," ujarnya.

Untuk jadi kuda hitam, imbuhnya juga tentu akan sangat tergantung dari sikap dan perilaku petahana serta kepiawaian Agus-Silvi menarik simpati publik Jakarta.

Hal ini juga kata dia, kuat terkait bagaimana Agus-Sylvi menjual ide dan program mereka ke publik.

Terkait dukungan sejumlah partai non parlemen dan ormas, dia tegaskan, itu tidak akan banyak berpengaruh.

"Pemilih Jakarta jauh lebih cerdas dan lebih percaya pada konsep dan solusi yang masuk akal untuk menyelesaikan masalah Jakarta yang sudah menumpuk," jelasnya.

Lebih lanjut Pengamat politik dari lembaga kajian Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai, adanya dukungan PAN dan PKB, paslon tersebut diyakini akan mendapatkan limpahan elektoral dari ormas yang lekat dengan kedua parpol tersebut, yakni Muhammadiyah dan NU.

Pasangan Agus-Sylvi juga masih memiliki SBY yang diyakini bakal menjadi penasihat Agus dalam kontestasi pilkada. Kehebatan SBY dalam strategi politik dipandang akan membantu Agus-Sylviana di pilkada.

Selain itu, Agus yang pernah berkarier di bidang militer akan memperoleh simpati dari kalangan TNI dan pensiunan. Agus kini juga dipandang menjadi idola baru para pemilih muda.

Lebih lanjut oleh banyak pengamat diprediksi pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi akan saling kejar mengejar dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Baik pasangan Agus maupun Anies oleh Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti dinilai akan berebut suara yang belum memilih pasangan petahana Ahok-Djarot Saiful Hidayat, yang diusung PDIP, Golkar, NasDem dan Hanura.

"Persaingan kerasnya memang ada pada dua pasangan lain, Agus-Syilvi dan Anis-Sandiaga. Kedua pasangan ini bisa saling kejar mengejar. Sekalipun, di atas kertas, pasangan Anis-Sandiaga masih lebih dijagokan," ujarnya.

Pokok soalnya, dia jelaskan, pemilih Agus-Syilvi behimpitan dengan pemilih Anis-Sandiaga.

"Mereka sama-sama merebut pangsa pasar yang belum memilih pilihan ke Ahok. Dan pangsa pasar itu relatif homogen. Yaitu pemilih yang memiliki alasan tdk memilih Ahok-Djarot karena keyakinan," jelasnya.

Anis misalnya, mungkin akan kesulitan menarik pemilih dari kalangan muslim moderat. Dua partai pendukungnya tidak menunjang wajah Anis yang dikenal selama ini sebagai muslim moderat.

Di luar itu, dengan tidak bergabungnya 3 partai dengan basis muslim, juga menyulitkan Anis-Sandi untuk mengkonsolidasikan suara dari sebagian pemilih muslim.

"Sebab, pemilih muslim memiliki pilihan setidaknya ada pada dua pasangan. Di sinilah persaingan dua pasangan ini terlihat akan ketat," jelasnya.

Lebih dari itu dia melihat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperkirakan akan betul-betul mengeluarkan segala kemampuannya dan kekuatan Partai untuk memenangkan pasangan Agus-Sylvi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pun demikian SBY, Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti melihat akan mendorong kekuatan Parpol pendukung di Koalisi Cikeas untuk bekerja keras untuk anak sulungnya yang tengah berjuang di Pilkada DKI.

Karena SBY kata dia, pasti menyadari kekuatan pasangan koalisi Cikeas ini bukan terletak pada calon tetapi pada Partai yang ada di belakangnya.

"Semua kekuatan partai akan dikerahkan. Lebih khusus tentunya partai Demokrat dan pak SBY. SBY tentu sadar betuk bahwa suara Agus masih jauh dari yang diharapkan. SBY akan mengerahkan semua kemampuan diri dan partainya," ujar Ray.

"Saya pikir, partai pendukung Agus benar-benar akan bekerja keras. Mereka tentu sadar kekuatan pasangan ini ada pada partainya, bukan pada personal calonnya," tambahnya.

Dia melihat SBY tidak melihat kompetisi Pilkada DKI kali ini bukan soal memenangkan kursi DKI 1 saja. Tetapi yakni soal masa depan karir politik anak sulungnya yang sudah memutuskan mengakhiri karir militernya beralih ke politik mengikuti jejaknya.

"Dugaanku, SBY mencanangkan, jikapun tidak menang, setidaknya tidak gagal di putaran pertama."

"Alias mereka akan bekerja keras untuk mendorong pasangan ini masuk ke putaran kedua. Jika pasangan ini masuk ke putaran kedua, ada potensi mereka memenangkan pilkada," jelasnya.

Sebab, imbuhnya, besar kemungkinan di putaran kedua, koalisi Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan merapat ke koalisi pimpinan SBY alias koalisi Cikeas.

Bila itu yang terjadi maka Ahok tak mudah memenangkan pilkada DKI Jakarta, meskipun di awal ini sulit bagi Agus-Sylvi sulit mengejar pasangan petahana Ahok-Djarot.

"Sekalipun petahana sendiri belum tentu mendapatkan suara untuk menang dalam satu putaran," jelasnya.

Dia menduga Pilkada DKI kali ini akan berlangsung dalam dua putaran. Pada putaran pertama, persaingan sengit terjadi antara Agus-Sylvi dan Anies-Sandi untuk berebut suara menuju putara kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Bila itu yang terjadi maka Ahok tak mudah memenangkan pilkada DKI," ujarnya.

Jika ditilik dari total jumlah suara partai pengusung, maka perkiraan suara buat Agus-Sylviana mencapai 1.246.096 suara. Yang terdiri dari Partai Demokrat (360.929 suara), PPP (452.224), PKB (260.159), dan PAN (172.784). (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas