Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gerindra Sebut Anies-Sandi Masih Lakukan Tebar Pesona

"Hanya melakukan tebar pesona saja dulu untuk Anies-Sandi sambil menginvetarisir masalah yang dihadapi masyarakat Jakarta,"

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Gerindra Sebut Anies-Sandi Masih Lakukan Tebar Pesona
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra mengaku belum memiliki persiapan yang istimewa untuk Pilkada DKI Jakarta.

Partai pimpinan Prabowo Subianto itu bersama PKS mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Hanya melakukan tebar pesona saja dulu untuk Anies-Sandi sambil menginvetarisir masalah yang dihadapi masyarakat Jakarta," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono melalui pesan singkat, Minggu (16/10/2016).

Arief mencontohkan permasalahan ibu kota seperti kemacetan dan ancaman banjir yang belum dapat diselesaikan Jokowi-Ahok hingga Ahok-Djarot.

"Dimana dulu kata Joko Widodo dan Basuki itu gampang dan akan diselesaikan dalam 3 tahun nyatanya belum jelas. Malah tambah macet dan banjir kalau hujan di Jakarta," kata Arief.

Persoalan lainnya, kata Arief Poyuono yakni pemberian Kartu Jakarta Pintar yang belum optimal dan banyak salah sasaran.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian warga korban penggusuran yang belum mendapatkan rumah susun seperti yang dijanjikan.

Sedangkan untuk Pilkada, Arief mengatakan persiapan Gerindra dengan
melakukan pelatihan saksi-saksi untuk di TPS.

Arief memprediksi akan ada Kecurangan yang akan dilakukan pasangan petahana.

"Nah saksi-saksi dan relawan ini kami latih untuk mengawasi potensi kecurangan," ujar Arief Poyuono.

Arief mengatakan relawan Anies-Sandi sedang melakukan sinkronisasi warga DKI Jakarta yang terdaftar sebagai pemilih.

Data tersebut dicocokkan dengan di DPT di TPS.

Apalagi, Arief menduga akan banyak pemilih siluman di DKI Jakarta.

Ia menmontohkan karyawan atau pekerja assistant rumah tangga yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta dimasukan sebagai pemilih oleh si pemberi kerja.

"Hal ini banyak dilakukan di pemukiman mewah yang dihuni mayoritas etnik tertentu dan daerah pusat perekonomian tempat etnik tertentu," ungkap Arief.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas