Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahok Bantah Ingin Raih Simpati Pedagang Kaki Lima Jelang Pilkada

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah kebijakannya memperbolehkan pedagang kaki lima berjualan di halaman gedung pemerintah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ahok Bantah Ingin Raih Simpati Pedagang Kaki Lima Jelang Pilkada
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sarapan bersama di Kafe JakBistro Selasar Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016). TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah kebijakannya memperbolehkan pedagang kaki lima berjualan di halaman gedung pemerintah untuk mendapat simpati.

Hal tersebut dinilai untuk merebut hati para pedagang agar memberikan suara kepada Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Enggak. Dari dulu juga kita suruh masuk," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2016).

Ahok menjelaskan, bila memang untuk kepentingan politik, dia tidak mungkin mengusir pedagang kaki lima yang berjualan di atas saluran air dan menghalangi arus lalu lintas.

"Kalau ngalangin saluran air dan jalan saya gusur. Tidak ada urusan Pilkada," ucap Ahok.

Ahok mengatakan, setiap gedung pemerintahan boleh digunakan untuk berjualan.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu agar pedagang yang membuat macet bisa diminamilisir.

Ahok berkaca dari pedagang nasi goreng di Jalan Kebon Sirih yang parkirnya membuat macet jalanan sekitar.

"Nanti diatur, kita suruh bagian umumnya atur aja," kata Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas