Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ahok Kekuatan Agar Bantargebang Dikelola Swasta Kembali

Para sopir truk sampah DKI senpat mengeluh adanya antrean selama belasan jam saat hendak membuang sampah di TPST Bantargebang

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ahok Kekuatan Agar Bantargebang Dikelola Swasta Kembali
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Puluhan truk sampah DKI Jakarta mengantre di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (20/7) siang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pastikan tak ada lagi masalah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Para sopir truk sampah DKI senpat mengeluh adanya antrean selama belasan jam saat hendak membuang sampah di TPST Bantargebang, Minggu (16/10/2016). Tapi, Ahok memastikan masalah sudah terselesaikan.

"Sudah diselesaikan katanya (masalahnya)," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Ahok mempertanyakan adanya antrean, sesudah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil alih pengelolaan TPST. Sebab, saat dikelola pihak swasta, tak ada antrean truk yang panjang.

"Saya enggak tahu (kalau masih ada antrean), mesti cek dulu. Ngatur jalan itu saya bilang, truknya terlalu banyak. Berarti dulu enggak pernah masuk," ucap Ahok.

Ahok memastikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak akan memberikan pihak swasta untuk kembali mengelola TPST Bantargebang. Ahok menaruh curiga adanya upaya agar TPST kembali dikelola oleh pihak swasta.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang pasti saya udah bilang, jangan mimpi mau kasih ke swasta. Jadi nggak usah orang dalam mainin kita, tujuannya nanti ujung-ujungnya mengatakan mau kasih ke swasta kembali, nggak ada," jelas Ahok.

Karenanya Ahok berencana menerjunkan tim, guna menyelidiki penyebab antrean truk-truk sampah tersebut, termasuk mengevaluasi berapa truk yang dioperasikan setiap hari.

"Sebelumnya, katanya (gara-gara) minyak. Cuman saya tanya lagi, udah beres katanya. Kan kepala dinasnya (Isnawa Adji) lagi di Jepang," ucap Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas