Sandiga Mengaku Bisa Tekan Harga Cabai dan Daging Sapi
"Padahal dari sana berapa (harganya), sampai sini delapan puluh ribu (rupiah). Apa petaninya kaya ? Tidak, yang kaya itu segelintir orang saja."
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan harga bahan pangan di Jakarta saat ini masih terlalu mahal untuk masyarakat.
Ia percaya seharusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa ikut andil menurunkan harga-harga.
Pengusaha yang diakrab Sandi ini mengatakan bahwa mahalnya harga-harga salah satunya disebabkan karena panjangnya rantai distribusi, dan ketidakadilan yang menyebabkan pihak-pihak tertentu mampu mengeruk keuntungan besar.
Hal itu antara lain berlaku untuk komoditas seperti cabai yang harganya di Jakarta bisa mencapai Rp 85 ribu per kilogramnya.
"Padahal dari sana berapa (harganya), sampai sini delapan puluh ribu (rupiah). Apa petaninya kaya ? Tidak, yang kaya itu segelintir orang saja," ujar Sandi di hadapan warga Jalan Kemenyan, Jakarta Selatan, Minggu (20/11/2016).
Sandi mengaku kenal dengan sebagian orang yang mengeruk keuntungan banyak dari penjualan bahan makanan dan kebutuhan pokok warga lainnya.
Jika pasangan Anies Baswedan-Sandi terpilih, ia mengaku siap untuk memangkas rantai terebut.
"Nanti saya akan pangkas, distribusi langsung dari petani ke masyarakat," terangnya.
Terhadap harga daging sapi yang juga tergolong mahal, Sandi mengaku bisa mengusahakan hal yang sama.
Kata dia, dengan pemangkasan jalur distribusi bukan tidak mungkin harga daging sapi bisa ditekan hingga Rp 80 ribu perkilogramnya.